Dalam Sosialisi GERMAS : Wakil Ketua Komisi IX DPR RI drg. Hj. Putih Sari Dorong Masyarakat Lebih Peduli Kesehatan

3 min read

Bekasi – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Gerindra, drg. Hj. Putih Sari, M.M., kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat Indonesia. Dalam agenda Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) tentang Keamanan dan Mutu Alat Kesehatan serta Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga bersama Kementerian Kesehatan RI, Putih Sari hadir melalui Zoom Meeting untuk memberikan semangat dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Purwakarta.

Acara yang diikuti oleh perwakilan Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, serta unsur pemerintah desa, berlangsung di Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan. Kepala Desa Sumberjaya, Ike Rachmawati, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Putih Sari atas kehadiran program ini.

“Warga kami sangat membutuhkan informasi dan edukasi kesehatan seperti ini. Sehat itu mahal, dan sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi para ibu sebagai jantung rumah tangga,” ucap Ike.

Hal senada juga disampaikan H. Darissalam, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Gerindra. Menurutnya, meskipun hadir secara daring, perhatian Putih Sari terhadap masyarakat tidak pernah surut.
“Ini bukti nyata kepedulian beliau. Walau tidak hadir secara langsung, dedikasi dan komitmen Ibu Putih Sari untuk kesehatan masyarakat selalu terasa, khususnya bagi warga Desa Sumberjaya dan Kecamatan Tambun Selatan,” kata Darissalam.

Melalui Daring/Zoom dalam sambutannya sekaligus pembukaan acara, Putih Sari menekankan pentingnya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang terus digelorakan hingga kini. Ia mengingatkan bahwa GERMAS bukan sekadar kampanye sesaat, melainkan gaya hidup yang harus dibiasakan.
“Kami selalu mengajak masyarakat untuk rutin berolahraga, mengonsumsi buah dan sayur, serta menghindari makanan cepat saji. Ironisnya, di negeri tropis yang kaya buah dan sayuran, justru tingkat konsumsinya masih rendah. Inilah saatnya kita kembali ke pola hidup sehat,” jelasnya.

Putih Sari juga menggarisbawahi pentingnya Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara berkala serta menjauhi kebiasaan buruk seperti merokok dan mengonsumsi alkohol. Ia mengingatkan bahwa Indonesia masih menempati peringkat tinggi dalam konsumsi rokok.
“Kalau belum bisa berhenti total, setidaknya jangan merokok di dekat orang lain, apalagi anak-anak. Kita harus melindungi generasi penerus dari bahaya rokok,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia berharap masyarakat dapat menyerap dan menerapkan edukasi yang diberikan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, keberhasilan program kesehatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga kesadaran setiap individu.
“Mohon maaf saya belum bisa hadir langsung, tapi doa saya selalu untuk masyarakat. Semoga acara ini semakin menyadarkan kita pentingnya menjaga kesehatan, demi terwujudnya bangsa Indonesia yang sehat, kuat, dan maju,” tutup Putih Sari.

Acara ini menjadi bukti bahwa sosok drg. Hj. Putih Sari bukan hanya wakil rakyat di Senayan, melainkan juga seorang pejuang kesehatan yang konsisten memperjuangkan hak masyarakat untuk hidup sehat, khususnya di wilayah Bekasi, Karawang, dan Purwakarta.

Bagikan berita/artikel ini

Baca juga artikel menarik lainnya

More From Author

Hari Veteran Nasional 2026, ASDO PPM Karawang: “Untukmu Pahlawanku, Veteran Republik Indonesia” KARAWANG — Peringatan Hari Veteran Nasional (HARVETNAS) setiap 10 Agustus bukan sekadar momentum seremonial, melainkan ruang refleksi bagi bangsa Indonesia untuk kembali mengenang jasa, pengorbanan, dan pengabdian para Veteran Republik Indonesia yang telah berjuang merebut, mempertahankan, serta menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pesan tersebut disampaikan ASDO, Sekretaris PC Pemuda Panca Marga (PPM) Karawang, bertepatan dengan Hari Veteran Nasional 2026. Dengan penuh penghormatan kepada para pejuang bangsa, ASDO menyampaikan pesan yang sarat makna: “Untukmu Pahlawanku, Veteran Republik Indonesia. Terima kasih atas perjuangan, pengorbanan, dan pengabdian yang telah diberikan untuk bangsa dan negara.” Menurut ASDO, sejarah perjuangan para veteran harus terus hidup dalam ingatan kolektif bangsa. Terlebih di tengah perkembangan zaman, masih terdapat masyarakat, pelajar, dan generasi muda yang belum memahami secara utuh sejarah Veteran Republik Indonesia maupun keberadaan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) sebagai wadah perjuangan dan pengabdian para veteran. “Masih banyak masyarakat, pelajar dan generasi muda yang belum memahami tentang Veteran Republik Indonesia dalam wadah LVRI. Karena itu, sejarah perjuangan para veteran harus terus disampaikan dan diwariskan kepada generasi penerus,” ujar ASDO. 10 Agustus dan Jejak Sejarah Veteran Nasional ASDO menjelaskan, Hari Veteran Nasional ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2014 tentang Hari Veteran Nasional. Tanggal 10 Agustus kemudian diperingati setiap tahun sebagai Hari Veteran Nasional, berkaitan dengan momentum gencatan senjata pada 10 Agustus 1949 yang menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Sementara itu, keberadaan dan pengaturan mengenai Veteran Republik Indonesia memiliki landasan hukum melalui Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2012 tentang Veteran Republik Indonesia serta Peraturan Pemerintah Nomor 67 Tahun 2014 sebagai aturan pelaksanaannya. “Bangsa Indonesia tidak boleh melupakan sejarah. Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini tidak diperoleh dengan mudah. Ada darah, air mata, pengorbanan, dan gugurnya para pejuang dalam perjuangan melawan penjajahan serta mempertahankan kemerdekaan,” kata ASDO. Ia menegaskan, veteran merupakan bagian penting dari perjalanan sejarah bangsa. Mereka adalah pelaku sejarah yang berasal dari tentara rakyat dan unsur perjuangan lainnya yang berperan dalam merebut, mempertahankan kemerdekaan, serta menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. PPM dan Tanggung Jawab Mewariskan Nilai Perjuangan Sebagai wadah berhimpunnya anak cucu Veteran Republik Indonesia, Pemuda Panca Marga (PPM) memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kesinambungan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para veteran kepada generasi penerus. Menurut ASDO, perjuangan tersebut tidak boleh berhenti pada kegiatan mengenang masa lalu. Nilai keberanian, pengabdian, persatuan, cinta tanah air, dan semangat membangun bangsa harus diterjemahkan dalam kehidupan generasi masa kini. “Jangan sekali-kali melupakan sejarah dan jangan sekali-kali melupakan jasa para pahlawan. Semangat perjuangan para veteran harus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk belajar, berkarya, menjaga persatuan, serta mengabdi kepada bangsa dan negara,” tegasnya. LVRI dan PPM Dorong JSN ’45 Masuk ke Lingkungan Sekolah Dalam upaya menjaga kesinambungan nilai sejarah perjuangan bangsa, LVRI bersama PPM juga mendorong penguatan Jiwa, Semangat dan Nilai-Nilai ’45 (JSN ’45) di kalangan generasi muda. Sosialisasi ke sekolah-sekolah menjadi salah satu langkah yang dinilai strategis. Selain memperkenalkan sejarah perjuangan bangsa, kegiatan tersebut diharapkan mampu membangun karakter generasi muda yang memiliki patriotisme, nasionalisme, kecintaan terhadap tanah air, serta kesadaran akan pentingnya persatuan dan kesatuan. “LVRI dan PPM akan terus menanamkan Jiwa, Semangat dan Nilai-Nilai ’45. Kami akan merumuskan pelaksanaan sosialisasi ke sekolah-sekolah agar generasi muda memahami sejarah perjuangan bangsa dan memiliki semangat patriotisme serta nasionalisme,” ungkap ASDO. Tiga Kelompok Veteran Republik Indonesia Lebih lanjut, ASDO menjelaskan bahwa Veteran Republik Indonesia secara umum mencakup tiga kelompok perjuangan. Pertama, Veteran Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI), yakni mereka yang terlibat dalam perjuangan merebut dan mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia. Kedua, Veteran Pembela, yakni mereka yang terlibat dalam berbagai perjuangan atau operasi pembelaan negara, termasuk Trikora, Dwikora, dan Seroja. Ketiga, Veteran Perdamaian, yakni para veteran yang melaksanakan tugas dalam misi perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Menurut ASDO, perbedaan medan dan generasi perjuangan tersebut tidak mengurangi nilai pengabdian para veteran. Setiap perjuangan memiliki sejarah, tantangan, dan pengorbanannya sendiri yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari perjalanan bangsa Indonesia. “Setiap perjuangan memiliki sejarah dan pengorbanannya masing-masing. Semuanya merupakan bagian dari perjalanan bangsa Indonesia yang harus kita hormati dan kita wariskan nilai-nilainya kepada generasi berikutnya,” tuturnya. “Untukmu Pahlawanku, Veteran Republik Indonesia” Memperingati Hari Veteran Nasional 2026, ASDO mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, agar penghormatan kepada para veteran tidak berhenti dalam seremoni tahunan. Penghormatan terbaik, menurutnya, adalah meneruskan nilai perjuangan tersebut melalui pendidikan, karya, pengabdian, persatuan, dan kontribusi positif bagi bangsa. “Untukmu Pahlawanku, Veteran Republik Indonesia. Terima kasih atas jasa dan pengorbananmu. Semangat juangmu akan terus menjadi inspirasi bagi kami untuk belajar, berkarya, menjaga persatuan, dan mengabdi kepada bangsa serta negara,” pungkas ASDO. Peringatan Hari Veteran Nasional menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah, melainkan hasil dari perjuangan panjang dan pengorbanan para pendahulu bangsa. Selamat Hari Veteran Nasional, 10 Agustus 2026. Untukmu Pahlawanku, Veteran Republik Indonesia. Jasamu dikenang. Perjuanganmu menjadi inspirasi. Semangatmu kami lanjutkan.