KARAWANG – Momen Musyawarah Cabang (Muscab) ke-III Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Karawang yang digelar pada Minggu, 27 Juli 2025, menjadi ruang refleksi sekaligus tonggak harapan baru bagi kemajuan olahraga tenis meja di tanah lumbung padi Jawa Barat.
Dalam suasana penuh kekeluargaan, Ketua Pengcab PTMSI Karawang, Asep Wahyu, menyampaikan sambutan yang sarat makna. Ia mengisyaratkan bahwa Muscab kali ini mungkin menjadi yang terakhir baginya sebagai Ketua PTMSI Karawang.
> “Insyaa Allah, dari dua kandidat yang mencalonkan diri, siapa pun hasilnya sudah menjadi ketetapan Allah Ta’ala. Yang diridhai-Nya, tidak ada yang sulit. Kita tinggal ikhlas menerima dan terus berbuat baik untuk Karawang,” ucapnya dengan nada haru.
Dalam sambutannya, Asep Wahyu mengajak semua pihak untuk merenungi perjalanan panjang tenis meja Karawang yang perlahan namun pasti mulai menunjukkan progres positif. Ia mengenang awal perjalanannya dalam memimpin organisasi ini, yang disebutnya sebagai perjuangan sosial tanpa pamrih.
> “Saya ini orang Karawang, siapa lagi yang akan membesarkan PTMSI kalau bukan kita sendiri. Bahkan di awal perjalanan, bisa dibilang seperti jamur di musim hujan — tumbuh dari bawah dan tak kenal lelah. Tapi Alhamdulillah, kini tenis meja Karawang sudah menunjukkan arah yang lebih baik, walau tentu belum sempurna,” jelasnya.
Dengan penuh rendah hati, Asep menekankan bahwa semua capaian selama ini bukanlah hasil kerja dirinya semata, melainkan buah kolaborasi dan semangat kebersamaan tim.
> “Saya bukan Superman, tapi kami adalah super team. Tidak ada keberhasilan yang benar-benar milik pribadi. Saya manusia biasa, banyak kekurangan, dan jika ada kesalahan dalam masa kepemimpinan saya, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.”
Menjelang akhir masa jabatannya, Asep Wahyu memberikan pesan penting bagi kepengurusan berikutnya agar tetap melanjutkan hal-hal positif dan meninggalkan yang kurang bermanfaat.
> “Saya titip, apapun pekerjaan dan keputusan saya selama ini — yang baik silakan dilanjutkan, yang buruk tolong ditinggalkan. Saya yakin, kepengurusan baru yang lebih enerjik akan mampu melahirkan atlet-atlet yang bukan hanya berprestasi di level daerah, tapi juga mampu mengharumkan nama Karawang di kancah nasional bahkan internasional.”
Ia juga menyampaikan optimismenya bahwa Muscab kali ini akan menghasilkan pemimpin terbaik demi masa depan tenis meja Karawang yang lebih gemilang.
—
Muscab III PTMSI Karawang bukan hanya ajang pergantian kepemimpinan, tapi juga momentum strategis untuk membangun komitmen bersama dalam memajukan olahraga tenis meja. Diharapkan, dari Karawang akan lahir atlet-atlet hebat yang kelak bisa berdiri di podium tertinggi membawa merah putih, sekaligus membanggakan daerah asalnya.
Semangat sportif, dedikasi sosial, dan nilai kebersamaan yang ditanamkan oleh Asep Wahyu menjadi warisan berharga bagi generasi selanjutnya. Sebuah bukti nyata bahwa olahraga bukan sekadar kompetisi, tapi juga wadah pengabdian dan pembentukan karakter.

