Karawang – 22 Juli 2025|| Swarajabar.id
Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-65 menjadi momentum penting bagi seluruh elemen bangsa untuk merenungkan kembali makna keadilan dan supremasi hukum. Bagi insan pers, khususnya mereka yang berjuang menjaga kemerdekaan media di tengah berbagai tekanan kekuasaan, peringatan ini tak hanya simbolik, melainkan pengingat akan pentingnya fungsi kontrol sosial yang dijalankan secara independen dan profesional.
Salah satu tokoh pers yang konsisten dalam memperjuangkan kebebasan pers dan integritas jurnalistik, H. Dadan Iskandar, S.H., atau yang akrab disapa H. Acim, turut menyuarakan pandangannya. Sebagai Pimpinan Redaksi Karawang Bicara (KARBI), media lokal yang dikenal kritis dan independen, ia menegaskan bahwa tegaknya hukum hanya akan berdampak luas jika didukung oleh pers yang merdeka dan tak tunduk pada kekuasaan.
> “Sebagai insan pers, kami tidak hanya mengawal kebenaran, tapi juga memastikan bahwa hukum tidak menjadi alat kepentingan. Dalam konteks Karawang, kami mengapresiasi Kejaksaan Negeri Karawang di bawah kepemimpinan H. Syaifullah, S.H., M.H. yang telah membuktikan keberanian menindak tanpa pandang bulu, termasuk dalam dua kasus besar yang melibatkan institusi pemerintahan,” tegas H. Acim.
—
Pers dan Penegakan Hukum: Dua Pilar Demokrasi
Tahun ini, Kejaksaan RI mengangkat tema “Penegakan Hukum Humanis, Responsif, dan Berintegritas”. Tema tersebut sejalan dengan semangat jurnalisme yang berpihak pada publik: melindungi yang lemah, menyuarakan yang bisu, dan menyorot yang salah.
> “Kami di media melihat betapa pentingnya keberanian Kejari Karawang dalam mengungkap dugaan korupsi di Dinas Perhubungan serta penyimpangan anggaran di BUMD Petrogas Karawang. Ini bukan hanya kemenangan kejaksaan, tapi juga kemenangan bagi rakyat,” kata H. Acim.
Sebagai wartawan senior dan pembela kemerdekaan pers, H. Acim menekankan bahwa fungsi pers bukan sekadar menyampaikan berita, melainkan mengawasi jalannya kekuasaan dan memastikan hukum ditegakkan dengan adil.
—
Kritik yang Membangun, Bukan Membungkam
Dalam demokrasi, kritik adalah vitamin. Namun, tak jarang media justru menjadi sasaran tekanan ketika menyuarakan kebenaran. H. Acim menyampaikan keprihatinannya terhadap berbagai upaya pembungkaman terhadap media, terutama ketika menyentuh kasus-kasus besar yang melibatkan elite daerah.
> “Kita tidak bisa membiarkan ruang publik dikendalikan oleh narasi penguasa semata. Pers harus tetap independen, apapun risikonya. Kami di KARBI berdiri di garis yang sama: membela rakyat dan menjaga marwah hukum,” ujarnya.
—
Dua Kasus Strategis, Dua Simbol Keberanian
Kejaksaan Negeri Karawang menunjukkan integritasnya dengan langkah konkret mengungkap:
1. Dugaan korupsi proyek infrastruktur di Dinas Perhubungan Karawang, yang merugikan anggaran publik secara signifikan.
2. Penyelidikan dan penindakan terhadap BUMD Petrogas Karawang, menyusul indikasi kuat penyalahgunaan keuangan publik dan minimnya transparansi dalam pengelolaan dana investasi.
> “Kami di pers akan terus mengawal perkembangan dua kasus ini. Harapan publik harus dijaga, jangan sampai tumpul ke atas tapi tajam ke bawah. Hari Bhakti Adhyaksa ini semestinya menjadi penyemangat bagi seluruh penegak hukum agar terus bertindak adil dan terbuka,” tambah H. Acim.
—
Kolaborasi dan Kesadaran Kritis
Sebagai tokoh pers yang berpengalaman, H. Acim juga menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi hukum dan media dalam membangun kesadaran hukum di masyarakat.
> “Pers tidak bisa berjalan sendiri, begitu pula kejaksaan. Kolaborasi yang sehat antara media dan aparat penegak hukum akan memperkuat budaya hukum yang berkeadilan. Tapi kolaborasi itu harus tetap menjaga jarak, agar independensi dan fungsi kontrol tidak dikorbankan,” tandasnya.
—
Penutup: Merawat Kepercayaan Publik
Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-65 adalah panggilan nurani—bukan hanya bagi jaksa, tapi juga bagi jurnalis dan seluruh rakyat Indonesia—untuk menjaga agar hukum tetap berdiri tegak tanpa intervensi. Bahwa keadilan bukan milik elite, tetapi hak setiap warga negara.
> “Selamat Hari Bhakti Adhyaksa. Kami, insan pers, akan terus menjaga demokrasi dan supremasi hukum. Kami bukan musuh kekuasaan, tapi penjaga keseimbangan. Dan kami akan terus bersuara, selama hukum masih bisa dibeli.” – H. Dadan Iskandar, S.H. (H. Acim), Pimpinan Redaksi Karawang Bicara (KARBI).


+ There are no comments
Add yours