Kisah Inspirasi Riyadin Setiabudi, Anak Desa Bisa Jalankan Empat Perusahaan

Jakarta, Swarajabar.id – Riyadin Setiabudi, pria sederhana yang memulai hidup dari lantai dapur, kini berdiri di pucuk empat perusahaan lintas sektor, mulai dari katering, laundry, energi dan teknologi.

Ayah dari anak bernama Salma ini merupakan potret nyata bahwa kesuksesan bisa tumbuh dari tanah yang paling sederhana.

“Saya ini orang kampung biasa. Tapi dari kecil sudah diajari satu hal, kerja keras itu tidak bisa ditawar,” ujarnya, Sabtu 7 Juni 2025.

Riyadin menceritakan bahwa dirinya lahir dari keluarga petani di Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah. Selepas lulus dari SMEA Slawi, dan tidak mampu melanjutkan kuliah, Ia memutuskan merantau ke Jakarta, mengambil pekerjaan apapun demi membantu ekonomi orang tua.

Saat itu, Ia melakoni pekerjaan sebagai cleaning service di sebuah perusahaan katering yang melayani sekolah penerbangan di Curug, Tangerang.

Riyadin mengerjakan tugas membersihkan dapur hingga mencuci toilet, yang dilakukan sejak subuh.

“Saya mulai dari nol. Setiap hari kerja fisik. Tapi sambil kerja, saya belajar. Saya amati alur kerja, catat pola manajemen stok, dan lihat bagaimana klien dilayani. Diam-diam saya belajar jadi manajer,” ungkapnya sembari mengingat.

Kerja kerasnya tidak sia-sia, perlahan dirinya dipercaya sebagai menjadi manajer operasional. Dirinya belum puas, Ia ingin punya usaha sendiri.

Pada 2015, Riyadin mengambil keputusan berani dan keluar dari zona aman, dengan membuka usaha katering sendiri.

Meski tanpa modal dan jaringan yang luas, Ia mengaku dengan satu bekal kepercayaan, dirinya nekat mengikuti proses tender di Badan Diklat Kejaksaan.

“Pas menang, saya belum punya apa-apa. Tapi karena reputasi saya baik, investor datang sendiri. Dari situ, roda mulai berputar,” ucapanya.

Setalah mampu menjalankan proyek secara mandiri, nama usahanya juga mulai dikenal dengan citra pelayanan yang bersih, makanan enak, tepat waktu dan yang paling penting sikap jujur.

Akhirnya berbagai tawaran kerja sama berdatangan, dengan dipercaya instansi besar seperti Mahkamah Agung, Kementerian Imipas dan Kemenag, hingga penyediaan konsumsi jemaah pada musim haji 2025 di Indramayu.

Menurutnya, selain sikap jujur, kunci dari keberhasilan usahanya mencari berkah.

“Dari usaha katering, kita bisa kasih makan orang, bisa bantu pekerja, bisa bantu keluarga mereka juga. Untung itu penting, tapi manfaat itu lebih utama,” cetusnya.

Kini, dirinya menjabat sebagai presiden komisaris di empat perusahaan jasa katering, laundry profesional hingga energi dan solusi teknologi.

Riyadin juga menceritakan, di seragam para staf kateringnya, tertulis nama Salma Catering. Nama itu, lanjutnya, bukan sebutan perusahaan, bukan pula singkatan korporat.

Itu adalah nama putri tercinta. Salma menjadi sebuah pengingat bagi Riyadin bahwa setiap kerja keras akan bermuara pada satu hal, yakni keluarga.

“Salma itu doa. Dari memberi makan orang lain, saya ingin memberi harapan. Bisnis ini bukan cuma cari untung, tapi juga cari berkah,” pungkasnya.***

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author