Karawang – Punggawa Guru Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Jumat, 2 Mei 2025, di Sindang Reret, Karawang. Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus penyusunan program kerja strategis yang mencakup perlindungan guru, pengembangan profesi, serta upaya peningkatan kesejahteraan.
Ketua PGMNI Jawa Barat, Wahyudin, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rakerda ini menghasilkan berbagai program penting, seperti pelatihan peningkatan kompetensi guru, studi banding, konsolidasi organisasi dengan instansi pendidikan, pembuatan KTA anggota, pendirian sekretariat di tiap kecamatan, serta mendorong penambahan kuota sertifikasi dan pengangkatan PPPK.
“Kami juga mendorong bantuan dari pemerintah daerah untuk mendukung pengembangan profesi guru madrasah. Salah satu usulan penting adalah BPJS gratis bagi guru madrasah, serta pelatihan dan pameran karya seni yang akan ditutup dengan forum silaturahmi melalui Porseni Guru,” ujar Wahyudin.
Ia menegaskan pentingnya semangat belajar para guru melalui pelatihan SDM. “Guru tidak boleh bosan menimba ilmu. Kompetensi harus terus ditingkatkan. Studi banding dan kegiatan seni juga kami dorong sebagai sarana silaturahmi dan pembinaan karakter,” tambahnya.
Wahyudin juga menyinggung soal kesetaraan hak guru madrasah dengan guru umum, khususnya dalam hal kesejahteraan. Menurutnya, Pemkab Karawang bisa mengambil peran besar dalam hal ini.
“Karawang memiliki sekitar 1.300 perusahaan, dari kecil hingga besar. Bila tidak ada regulasi APBD, CSR bisa menjadi solusi. Jika pemerintah daerah memiliki kepekaan terhadap nasib guru madrasah, maka realisasi kesejahteraan bukan hal yang mustahil,” tuturnya.
Rakerda PGMNI ini turut dihadiri perwakilan dari Kementerian Agama, pengawas madrasah, Polres Karawang, Kodim, serta organisasi mitra seperti KKMI, HIMPAUDI, dan HAMIDA.
Lebih lanjut, Wahyudin menyampaikan bahwa eksistensi guru madrasah harus ditingkatkan melalui peningkatan kompetensi dan prestasi. “Indeks capaian pendidikan kita meningkat. Ada siswa madrasah aliyah yang menjadi juara anggar di tingkat SEA Games. Ini membuktikan bahwa guru madrasah juga berkontribusi besar terhadap prestasi daerah,” pungkasnya.

