
Jawa Barat — Menanggapi polemik yang berkembang soal tudingan terhadap Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) sebagai pengganggu iklim investasi di Indonesia, khususnya di Jawa Barat, tokoh senior masyarakat H. Marwan angkat suara dengan tegas dan penuh semangat kebangsaan.
Menurut H. Marwan, keberadaan Ormas adalah bagian sah dan vital dari dinamika demokrasi di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ormas, katanya, merupakan saluran aspirasi rakyat yang tidak boleh diabaikan dalam sistem demokrasi yang sehat.
“Ormas adalah penyambung lidah rakyat. Mereka hadir untuk menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah yang berdaulat, terlebih ketika suara rakyat mulai tak terdengar oleh penguasa,” ujar H. Marwan.
Namun demikian, ia juga menegaskan bahwa demokrasi bukan berarti tanpa batas. H. Marwan mengecam keras jika ada oknum dalam tubuh Ormas yang menyalahgunakan keberadaan organisasi demi kepentingan pribadi, terutama dengan mengedepankan premanisme dan arogansi.
“Kalau ada oknum yang bertindak seperti preman, mencoreng nama Ormas, dan mengganggu ketertiban serta kepentingan negara, maka itu sudah melewati batas demokrasi. Harus ditindak tegas! Harus dibasmi!” tegasnya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa semangat kebangsaan harus tetap dijaga dalam koridor demokrasi yang bermartabat. Negara tidak boleh tunduk pada tekanan segelintir pihak yang mencederai nilai luhur Pancasila dan semangat persatuan.
“Jangan pernah ragu menegakkan aturan. Negara ini dibangun dengan darah dan perjuangan, bukan dengan ancaman atau intimidasi. Semua pihak, termasuk Ormas, harus ikut menjaga marwah NKRI,” pungkasnya.

