H. Erick H. Kusumah Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah: Dari Beban Lingkungan Menjadi Sumber Nilai Ekonomi

3 min read

KARAWANG — Persoalan sampah di Kabupaten Karawang tidak lagi cukup dijawab dengan pola pengangkutan, penumpukan, dan pembuangan. Di tengah meningkatnya kebutuhan akan tata kelola lingkungan yang berkelanjutan, inovasi teknologi dinilai menjadi salah satu instrumen strategis untuk mengubah paradigma pengelolaan sampah dari sekadar membuang menjadi mengolah dan menghasilkan nilai.

Gagasan tersebut mengemuka saat Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Karawang, H. Erick Heryana Kusumah, S.E., meninjau langsung workshop pembuatan mesin pemusnah sampah dengan sistem pirolisis di Dusun Pakuncen, Desa Sukaharja, Kecamatan Telukjambe Timur, Kamis sore (27/8/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat secara langsung kreativitas masyarakat dalam menghadirkan teknologi alternatif bagi persoalan persampahan. Erick memberikan apresiasi terhadap inovasi warga Karawang yang dinilainya memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bagian dari solusi pengelolaan sampah di daerah.

Namun, bagi Erick, substansi terpenting bukan semata-mata bagaimana sampah dimusnahkan. Lebih jauh, teknologi harus mampu menghadirkan proses pengolahan yang memberikan manfaat ekologis sekaligus membuka peluang ekonomi.

“Jangan sampai hanya dibakar lalu selesai. Yang harus kita pikirkan bagaimana sampah dan residunya bisa menghasilkan nilai ekonomi,” ujar Erick.

Pernyataan tersebut mencerminkan pentingnya perubahan cara pandang terhadap sampah. Persoalan sampah, menurut semangat yang didorong Erick, tidak seharusnya berhenti pada persoalan kebersihan, tetapi juga ditempatkan sebagai bagian dari agenda pembangunan lingkungan dan ekonomi masyarakat.

Ia menilai inovasi mesin berbasis pirolisis tersebut layak memperoleh perhatian lebih serius karena berpotensi membantu mengurangi volume sampah yang berujung pada penumpukan, termasuk di Tempat Pembuangan Sampah atau TPS Jalupang.

Dorong Kebijakan Pemerintah Daerah

Erick menyatakan akan membawa persoalan tersebut ke dalam ruang kebijakan. Sebagai anggota DPRD Kabupaten Karawang, dirinya berkomitmen mendorong agar pengelolaan sampah berbasis teknologi menjadi perhatian pemerintah daerah.

Menurutnya, diperlukan kebijakan yang tidak hanya bersifat reaktif ketika persoalan sampah sudah menumpuk, tetapi mampu mendorong pengurangan volume sampah sejak dari sumbernya.

Karena itu, ia berharap dinas terkait dapat merumuskan persyaratan maupun kebijakan yang mendorong penggunaan perangkat pengolahan sampah yang sesuai dan mampu mengurangi beban sampah sebelum mencapai tempat pembuangan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun sistem persampahan yang lebih modern. Sebab, semakin sedikit sampah yang masuk ke tempat pembuangan, semakin besar pula peluang pemerintah daerah mengendalikan persoalan penumpukan sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan.

“Saya hanya bisa menjadikan ini sebagai misi saya sebagai anggota DPRD agar dinas terkait bisa menyaratkan alat pengelolaan sampah, sehingga dapat mengurangi penumpukan sampah di TPS Jalupang. Kami akan mendorong agar aturan tersebut bisa diterbitkan, meskipun kewenangan kebijakan ada di kepala daerah,” katanya.

Teknologi, Lingkungan, dan Ekonomi Harus Berjalan Bersama

Dorongan Erick menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan sampah membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif. Teknologi tidak cukup hanya hadir sebagai alat pemusnah, tetapi harus ditempatkan sebagai bagian dari rantai pengelolaan sampah yang memberikan manfaat nyata.

Di sisi lain, inovasi masyarakat juga membutuhkan ruang untuk berkembang. Dukungan pemerintah melalui regulasi, pembinaan, standardisasi, dan kebijakan yang tepat menjadi penting agar teknologi yang lahir dari kreativitas warga dapat diuji, dikembangkan, dan dimanfaatkan secara optimal.

Jika dikelola secara serius, pengolahan sampah berpotensi menghadirkan dua manfaat sekaligus: mengurangi tekanan terhadap lingkungan dan membuka peluang ekonomi baru.

Karawang dengan pertumbuhan kawasan permukiman, aktivitas ekonomi, dan perkembangan industrinya membutuhkan tata kelola sampah yang mampu bergerak lebih cepat dari pertumbuhan volume sampah itu sendiri.

Karena itu, gagasan yang didorong Erick Heryana Kusumah menempatkan persoalan sampah dalam perspektif yang lebih luas: bukan sekadar bagaimana sampah dimusnahkan, tetapi bagaimana sampah dikelola, residunya dimanfaatkan, lingkungan dilindungi, dan masyarakat memperoleh nilai tambah.

Pada titik inilah inovasi warga, keberanian pemerintah mengambil kebijakan, serta fungsi pengawasan dan legislasi DPRD diharapkan dapat bertemu dalam satu kepentingan: menghadirkan Kabupaten Karawang yang lebih bersih, sehat, produktif, dan berkelanjutan.

Bagikan berita/artikel ini

Baca juga artikel menarik lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours