Bupati Bekasi Paparkan Proyek Strategis Nasional dan Ajak Dunia Usaha Bersinergi Bangun Daerah

4 min read

KABUPATEN BEKASI – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, menyampaikan optimisme besar terhadap masa depan Kabupaten Bekasi saat memberikan sambutan dalam Musyawarah Kabupaten (MUKAB) KADIN Kabupaten Bekasi Ke-8 Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Sahid Lippo Cikarang, Senin (8/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, dr. Asep mengungkapkan hasil kunjungannya ke Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas yang menurutnya membawa kabar baik bagi percepatan pembangunan Kabupaten Bekasi. Ia menyampaikan bahwa terdapat sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, penataan wilayah, pengendalian lingkungan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di kawasan pesisir utara Kabupaten Bekasi.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pengembangan kawasan pesisir di wilayah utara, termasuk Muara Gembong. Menurutnya, proyek tersebut akan mendorong terbentuknya pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekaligus mendukung pengendalian banjir dan peningkatan kualitas lingkungan. Ia meyakini kawasan utara Kabupaten Bekasi memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kawasan strategis yang modern dan berdaya saing tinggi.

Selain itu, dr. Asep juga menyoroti rencana pembangunan infrastruktur pesisir berskala besar yang terintegrasi dengan jaringan transportasi nasional. Kehadiran proyek tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas wilayah, memperkuat akses logistik, serta mendorong masuknya investasi yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Di sektor lingkungan hidup, Pemerintah Kabupaten Bekasi terus mendorong percepatan penanganan persoalan sampah melalui pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Program yang didukung pemerintah pusat tersebut diproyeksikan mampu mengolah ribuan ton sampah setiap hari menjadi energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat. Menurut dr. Asep, langkah ini merupakan bagian dari transformasi pengelolaan lingkungan yang lebih modern, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

Tidak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga menjalin kerja sama dengan pihak swasta dalam pengembangan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) yang mengubah sampah menjadi bahan bakar alternatif bagi industri. Dengan kombinasi PSEL dan RDF, Kabupaten Bekasi menargetkan terciptanya sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif sehingga persoalan sampah dapat ditangani secara menyeluruh dalam beberapa tahun mendatang.

Dalam pertemuan dengan Bappenas, dr. Asep juga menyampaikan berbagai kebutuhan strategis Kabupaten Bekasi sebagai daerah dengan jumlah penduduk lebih dari 3 juta jiwa serta memiliki 187 desa dan kelurahan. Ia menyoroti pentingnya dukungan pemerintah pusat untuk percepatan pembangunan infrastruktur transportasi, khususnya penyelesaian sejumlah titik perlintasan kereta api yang selama ini menjadi penyebab kemacetan di berbagai wilayah Kabupaten Bekasi.

Menurutnya, pembangunan underpass dan flyover di sejumlah titik perlintasan sebidang merupakan kebutuhan mendesak guna mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi. Ia mengaku bersyukur karena aspirasi tersebut mendapatkan respons positif dari pemerintah pusat dan diharapkan dapat mulai direalisasikan secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan.

Pada kesempatan yang sama, dr. Asep menegaskan pentingnya peran KADIN Kabupaten Bekasi sebagai jembatan strategis antara pemerintah dan dunia usaha. Ia menilai sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, media, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen lainnya menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Plt Bupati Bekasi juga menyoroti besarnya potensi Corporate Social Responsibility (CSR) dari ribuan perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Bekasi. Menurutnya, potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui regulasi yang lebih adaptif dan kolaborasi yang lebih terarah agar program CSR dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, terutama dalam mendukung pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pemerataan pembangunan, dr. Asep mengungkapkan rencana pemerintah daerah untuk memastikan setiap desa memperoleh manfaat pembangunan secara lebih merata. Salah satu gagasan yang tengah dipersiapkan adalah menghadirkan program prioritas pembangunan di setiap desa berdasarkan kebutuhan riil masyarakat setempat. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi dapat dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi.

Mengakhiri sambutannya, dr. Asep mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Kabupaten Bekasi dengan semangat keterbukaan, kolaborasi, dan gotong royong. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan.

“Kabupaten Bekasi memiliki potensi yang sangat besar. Karena itu, mari kita satukan langkah, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan solusi bersama untuk mewujudkan Bekasi yang semakin maju, sejahtera, berdaya saing, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi seluruh masyarakat,” tegas dr. Asep Surya Atmaja yang disambut antusias peserta MUKAB KADIN Kabupaten Bekasi Ke-8 Tahun 2026.

Bagikan berita/artikel ini

Baca juga artikel menarik lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours