Kabupaten Bekasi — Momentum Hari Raya Iduladha dan pelaksanaan ibadah haji tidak hanya menjadi peristiwa spiritual bagi umat Islam, tetapi juga menghadirkan pesan universal tentang keikhlasan, kemanusiaan, persaudaraan, dan kepedulian sosial. Wakil Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Bekasi, Darsum, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan nilai-nilai Iduladha sebagai inspirasi dalam memperkuat kebersamaan dan harmoni sosial di tengah keberagaman bangsa.
Dengan semangat “Nasionalis Religius”, Darsum menilai bahwa ibadah haji dan qurban mengandung pesan moral yang sangat relevan dalam kehidupan modern. Menurutnya, nilai pengorbanan, kesabaran, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap sesama merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang damai dan saling menghargai.
“Ibadah haji dan qurban mengajarkan kita tentang arti ketulusan, persaudaraan, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai itu sesungguhnya tidak hanya penting dalam kehidupan beragama, tetapi juga dalam membangun hubungan kemanusiaan yang harmonis di tengah masyarakat yang majemuk,” ujar Darsum.
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan ibadah haji memperlihatkan bagaimana jutaan manusia dari berbagai bangsa, budaya, dan latar belakang dapat berkumpul dalam semangat persaudaraan dan kesetaraan. Menurutnya, hal tersebut menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga persatuan dan saling menghormati.
“Haji memberikan pesan kuat bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup berdampingan. Justru keberagaman adalah kekuatan yang harus dijaga bersama demi menciptakan kehidupan yang damai dan penuh rasa persaudaraan,” tuturnya.
Sementara itu, ibadah qurban dinilai sebagai bentuk nyata kepedulian sosial dan rasa syukur atas nikmat kehidupan. Melalui qurban, masyarakat diajak untuk berbagi kebahagiaan, memperkuat solidaritas sosial, serta menghadirkan manfaat bagi sesama, terutama bagi mereka yang membutuhkan.
“Makna qurban bukan semata tentang ritual, tetapi tentang bagaimana kita belajar berbagi, peduli, dan memperkuat rasa kemanusiaan. Ketika semangat gotong royong tumbuh, maka kehidupan masyarakat akan menjadi lebih kuat dan harmonis,” katanya.
Darsum juga menegaskan bahwa semangat Nasionalis Religius yang diusungnya merupakan komitmen untuk menghadirkan nilai-nilai keagamaan yang sejuk, inklusif, dan mampu mempererat persatuan bangsa.
“Nilai religius harus menjadi sumber kedamaian dan persatuan. Sementara nasionalisme menjadi pengikat kebersamaan sebagai sesama anak bangsa. Ketika keduanya berjalan seiring, maka akan lahir kehidupan masyarakat yang rukun, toleran, dan saling menghormati,” ungkapnya.
Di akhir penyampaiannya, Darsum mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi untuk menjadikan momentum Iduladha sebagai sarana memperkuat kebersamaan, memperluas kepedulian sosial, dan menjaga semangat persatuan dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga semangat haji dan qurban membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat, memperkuat nilai kemanusiaan, dan menumbuhkan rasa persaudaraan yang semakin erat. Dengan kebersamaan dan semangat saling menghargai, kita dapat membangun Indonesia yang damai, maju, dan bermartabat,” pungkasnya.


+ There are no comments
Add yours