Karawang — Momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 tahun 2026 yang mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” mendapat perhatian dari berbagai kalangan, termasuk praktisi hukum. Semangat kebangkitan nasional dinilai harus terus diwujudkan melalui penguatan moral, pendidikan, kesadaran hukum, serta persatuan masyarakat dalam menjaga masa depan bangsa.
Hal tersebut disampaikan Arif Wampasena, S.H., M.H., selaku Lawyer A.D.A Solustion Law Office. Menurutnya, Hari Kebangkitan Nasional bukan hanya menjadi refleksi sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga momentum untuk membangun generasi muda yang cerdas, berintegritas, dan memiliki pemahaman hukum yang baik sebagai pondasi menjaga kedaulatan negara.
“Tema Harkitnas tahun ini sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini. Menjaga tunas bangsa berarti menjaga generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang memiliki karakter kuat, taat hukum, menjunjung nilai persatuan, dan mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik,” ujar Arif Wampasena.
Ia menilai bahwa tantangan generasi muda di era modern semakin kompleks, mulai dari pengaruh negatif media sosial, pergaulan bebas, penyalahgunaan narkotika, hingga rendahnya kesadaran hukum di tengah masyarakat. Karena itu, diperlukan sinergi antara keluarga, pemerintah, lembaga pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat untuk melakukan pembinaan secara berkelanjutan.
“Kesadaran hukum harus ditanamkan sejak dini. Generasi muda perlu diberikan edukasi tentang pentingnya menghormati aturan, menjaga etika sosial, dan memahami hak serta kewajiban sebagai warga negara. Dengan begitu, mereka tidak mudah terjerumus pada tindakan yang merugikan diri sendiri maupun bangsa,” katanya.
Sebagai praktisi hukum, Arif Wampasena juga menegaskan bahwa supremasi hukum menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas nasional dan kedaulatan negara. Menurutnya, negara yang kuat lahir dari masyarakat yang sadar hukum dan menjunjung tinggi keadilan.
“Kedaulatan negara tidak hanya dijaga melalui kekuatan fisik, tetapi juga melalui ketertiban sosial, keadilan hukum, dan persatuan masyarakat. Ketika generasi muda memiliki integritas dan kepedulian terhadap bangsa, maka masa depan Indonesia akan semakin kokoh,” tambahnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan peringatan Hari Kebangkitan Nasional sebagai momentum memperkuat semangat gotong royong, toleransi, dan kepedulian terhadap pendidikan karakter anak bangsa.
“Semangat kebangkitan nasional harus terus hidup dalam kehidupan sehari-hari. Mari bersama menjaga tunas bangsa dengan pendidikan, moral, dan kesadaran hukum demi mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan bermartabat,” pungkasnya.


+ There are no comments
Add yours