HIPMI Bekasi Gelar Halal Bihalal: Teguhkan Mentalitas Pejuang, Perkuat Kolaborasi, dan Akselerasi Ekonomi Daerah

3 min read

Kabupaten Bekasi — Himpunan Pengusaha Muda Indonesia melalui Badan Pengurus Cabang (BPC) Kabupaten Bekasi menggelar kegiatan Halal Bihalal dalam suasana hangat, penuh keakraban, dan semangat kebersamaan di J-Golf Deltamas, Selasa (28/4/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua BPC HIPMI Kabupaten Bekasi, Alvin Rasman, didampingi Wakil Ketua H. Omin Susanto serta Sekretaris Umum Achmad Muhlis, dengan dihadiri para anggota dan pelaku usaha muda lintas sektor.

Lebih dari sekadar ajang silaturahmi pasca Hari Raya, Halal Bihalal ini menjadi ruang strategis untuk refleksi sekaligus konsolidasi organisasi. Para pengusaha muda diajak melakukan “kalibrasi ulang” terhadap arah usaha, penguatan visi, serta membangun pola kolaborasi yang adaptif di tengah dinamika ekonomi global yang kian kompleks.

Sekretaris Umum BPC HIPMI Kabupaten Bekasi, Achmad Muhlis, menegaskan bahwa forum ini menitikberatkan pada penguatan mentalitas sebagai pengusaha pejuang—sebuah karakter yang tidak hanya tangguh menghadapi tekanan, tetapi juga mampu menciptakan peluang di tengah keterbatasan.

“Dalam kebersamaan, kita tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu tumbuh. Mentalitas kita adalah mentalitas pejuang—berjuang bukan hanya untuk bisnis pribadi, tetapi juga untuk mendorong kemajuan usaha rekan-rekan serta UMKM di Kabupaten Bekasi,” ujar Achmad Muhlis dengan penuh optimisme.

Ia menambahkan, perlambatan ekonomi global serta tekanan fiskal nasional tidak seharusnya menjadi penghalang, melainkan momentum untuk memperkuat daya tahan, inovasi, dan solidaritas antar pelaku usaha. HIPMI, menurutnya, harus hadir sebagai katalisator yang mampu menjaga optimisme dan mendorong akselerasi ekonomi daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Achmad Muhlis juga mengungkapkan komitmen HIPMI Kabupaten Bekasi untuk terlibat aktif dalam berbagai program strategis nasional, salah satunya pengembangan Kampung Nelayan. Program ini dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus membuka ruang usaha baru bagi anggota HIPMI.

Ia menjelaskan, sejumlah anggota HIPMI telah memiliki kapasitas dan pengalaman, termasuk dalam produksi kapal serta penyediaan sarana pendukung sektor perikanan. Dalam konsep pengembangan tersebut, para nelayan direncanakan akan mendapatkan hunian yang layak serta fasilitas penangkapan ikan yang modern guna meningkatkan produktivitas.

“Kami melihat program Kampung Nelayan telah berjalan di beberapa daerah seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kabupaten Bekasi yang memiliki posisi strategis dekat dengan Jakarta, seharusnya juga mendapatkan peluang serupa. Kami akan mendorong komunikasi yang lebih intensif dengan pemerintah daerah maupun Kementerian Kelautan dan Perikanan agar program ini dapat direalisasikan,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa HIPMI memiliki keunggulan dalam menjembatani konektivitas antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Peran ini dinilai krusial dalam mempercepat implementasi program-program prioritas yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Di akhir pernyataannya, Achmad Muhlis mengajak para pengusaha muda untuk bergabung dan berkontribusi dalam membangun ekosistem usaha yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh jumlah serta kualitas pengusahanya.

“Kami mengundang para pengusaha muda untuk bergabung bersama HIPMI. Mari kita tumbuh dan berjuang bersama, tidak hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga demi kemajuan daerah dan bangsa. Dukungan pemerintah terhadap calon pengusaha juga menjadi faktor penting, karena dari merekalah roda perekonomian akan terus bergerak maju,” tutupnya.

Kegiatan Halal Bihalal ini menjadi refleksi nyata bahwa semangat kolaborasi, solidaritas, dan optimisme tetap terjaga di tengah tantangan zaman. Dengan sinergi yang kuat antara pengusaha, pemerintah, dan masyarakat, Kabupaten Bekasi diharapkan mampu memperkokoh posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi yang tangguh, progresif, dan berdaya saing tinggi.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours