Kabupaten Bekasi — Komitmen untuk terus menanamkan nilai-nilai kebangsaan kembali ditegaskan dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang digelar di Aula Kantor RW 12 Desa Satria Mekar, Kecamatan Tambun Utara, pada 15 Maret 2026. Kegiatan ini menghadirkan Putih Sari dari Fraksi Gerindra sebagai narasumber utama, yang secara langsung berinteraksi dengan masyarakat dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.

Dalam pemaparannya, Putih Sari menegaskan bahwa sosialisasi 4 Pilar MPR RI merupakan bagian dari tugas konstitusional anggota DPR sekaligus anggota MPR untuk terus mengingatkan dan memperkuat fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Ini adalah kegiatan rutin yang menjadi tanggung jawab kami sebagai wakil rakyat, untuk terus mensosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Saya yakin Bapak/Ibu semua sudah memahami, namun yang terpenting adalah bagaimana nilai-nilai itu terus kita ingat dan kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Putih Sari dengan penuh penekanan.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan anugerah yang harus dijaga dengan penuh kesadaran kolektif. Setiap warga negara, menurutnya, memiliki peran penting dalam merawat harmoni sosial di tengah perbedaan.

“Negara menjamin kebebasan setiap warga untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai keyakinannya. Dari situlah lahir nilai-nilai kebaikan yang mengajarkan kita tentang kemanusiaan yang adil dan beradab. Kita harus saling menghargai, saling mengasihi, dan menjaga adab dalam berinteraksi,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa semangat persatuan harus terus diperkuat melalui kepedulian sosial dan musyawarah dalam setiap pengambilan keputusan, baik di tingkat lingkungan hingga nasional. Menurutnya, musyawarah menjadi cerminan demokrasi khas Indonesia yang mengedepankan kebersamaan dan tanggung jawab kolektif.
Dalam konteks pembangunan nasional, Putih Sari mengajak masyarakat untuk melihat perjalanan bangsa secara utuh. Ia mencontohkan bagaimana para pemimpin terdahulu, mulai dari Soekarno hingga Soeharto, telah memberikan kontribusi nyata dengan pendekatan dan kebijakan masing-masing.
“Setiap pemimpin memiliki cara dan tantangannya sendiri. Ada yang mungkin menuai kritik, tetapi kita tidak boleh menutup mata terhadap kontribusi besar yang telah diberikan. Pembangunan itu adalah proses panjang yang terus berlanjut,” tuturnya.
Terkait kepemimpinan nasional saat ini di bawah Prabowo Subianto, ia mengajak masyarakat untuk tetap menjaga sikap bijak dalam menyikapi berbagai dinamika.
“Kritik itu penting sebagai bagian dari kontrol, tetapi harus disampaikan dengan cara yang konstruktif. Yang utama adalah kita tetap menjaga persatuan, tidak terpecah belah hanya karena perbedaan pandangan,” tegasnya.
Menutup kegiatan, Putih Sari mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keutuhan bangsa dan mendukung setiap upaya pembangunan demi kesejahteraan bersama.
“Bangsa ini adalah milik kita bersama. Sudah menjadi tanggung jawab kita untuk menjaga dan merawatnya. Mari kita dukung siapapun yang memimpin bangsa ini, dengan tetap berpegang pada nilai-nilai luhur 4 Pilar Kebangsaan,” pungkasnya.
Kegiatan sosialisasi ini tidak hanya menjadi ajang penyampaian materi, tetapi juga ruang dialog yang membangun kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga persatuan, memperkuat nilai kebangsaan, serta berkontribusi aktif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


+ There are no comments
Add yours