Putih Sari Tegaskan Pentingnya Literasi Publik dan Pengawasan Bersama dalam Program Makan Bergizi Gratis

3 min read

Kabupaten Bekasi — Komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat terus diperkuat melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam kegiatan sosialisasi yang digelar di Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jumat (17/4/2026), Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Gerindra, Putih Sari, memberikan pemaparan komprehensif terkait urgensi program tersebut sekaligus meluruskan berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Putih Sari menegaskan bahwa kehadirannya secara langsung di tengah masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab konstitusional sebagai mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN). Ia menilai, sosialisasi menjadi langkah penting untuk memastikan masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh dan benar mengenai Program Makan Bergizi Gratis.

“Program ini masih relatif baru, sehingga wajar jika di lapangan terdapat berbagai penyesuaian. Namun yang perlu kita garis bawahi, tidak semua informasi yang beredar itu benar. Karena itu, kami hadir untuk memberikan penjelasan yang utuh agar masyarakat tidak terjebak pada informasi yang keliru,” ungkapnya dengan nada tenang dan meyakinkan.

Putih Sari menjelaskan bahwa Program MBG merupakan salah satu inisiatif strategis nasional yang digagas pada era pemerintahan Prabowo Subianto, dengan fokus utama pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah, ibu hamil, dan balita.

Menurutnya, realitas di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang mengonsumsi makanan sekadar untuk mengenyangkan perut, tanpa memperhatikan keseimbangan gizi. Kondisi ini, jika dibiarkan, berpotensi memengaruhi kualitas kesehatan, kecerdasan, hingga daya saing generasi mendatang.

“Kita tidak bisa lagi berpikir makan asal kenyang. Anak-anak kita membutuhkan asupan gizi yang seimbang—karbohidrat, protein, sayur, dan buah—untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa usia sekolah merupakan fase krusial dalam pembentukan kualitas sumber daya manusia. Kekurangan gizi pada fase ini dapat berdampak pada rendahnya daya tahan tubuh, terganggunya konsentrasi belajar, hingga menurunnya prestasi akademik.

“Jika asupan gizinya tidak terpenuhi, maka imunitas tubuh anak akan lemah, mudah sakit, dan akhirnya proses belajarnya terganggu. Ini tentu menjadi tantangan serius, apalagi di tengah persaingan global yang semakin ketat,” tegasnya.

Lebih jauh, Putih Sari mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan aktif dalam mengawal kualitas pelaksanaan program di lapangan, termasuk pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Ia menegaskan bahwa kualitas makanan yang disajikan harus benar-benar memenuhi standar yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak ragu memberikan teguran atau melaporkan jika menemukan pelaksanaan yang tidak sesuai.

“Ini adalah program untuk anak-anak kita sendiri. Jangan pernah takut untuk mengingatkan jika ada pelayanan yang tidak sesuai standar. Partisipasi masyarakat adalah kunci agar program ini berjalan dengan baik dan berintegritas,” ujarnya dengan tegas namun tetap diplomatis.

Di akhir penyampaiannya, Putih Sari mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sebagai fondasi penting dalam membangun masa depan bangsa.

“Mari kita jaga dan dukung bersama program ini. Ini bukan sekadar program pemerintah, tetapi investasi jangka panjang untuk mencetak generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya.

Dengan sosialisasi yang terus digencarkan serta keterlibatan aktif masyarakat, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat berjalan optimal, tepat sasaran, dan menjadi tonggak penting menuju Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours