DEPOK, SWARAJABAR.ID – Jelang HBKN Imlek 2577, Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan seluruh jajarannya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan, agar harga-harga kebutuhan pokok tidak mengalami kenaikan dan ketersediaan pangan terutama kebutuhan pokok (bapok) aman.
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti melakukan pemantauan harga dan stok bahan pokok di Pasar Cisalak, Kota Depok, Jawa Barat, guna memastikan stabilitas harga serta ketersediaannya mencukupi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan 2026.

Wamendag, Dyah Roro Esti Widya Putri ungkap, terdapat dua hal terkait kedatangannya ke sejumlah pedagang di Pasar Cisalak. Adapun hal pertama yakni terkait memastikan harga bahan pokok tetap stabil dan sesuai harga acuan.
“Mengingat sebentar lagi Ramadhan, pasti banyak yang membutuhkan bahan pokok, tadi juga kita sudah mengecek Minyakita yang merupakan salah satu komoditas yang kita pantau di Kementerian Perdagangan dan hasilnya dijual sesuai HET di Rp 15.700 (per liter),” ujar Dyah Roro, Senin (9/2/2026).

Dyah Roro telah meminta Pemerintah Kota Depok tetap memantau dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Selain itu, Pemerintah Kota Depok diminta untuk memasang poster harga acuan yang sudah ditetapkan.
“Saya cek sudah ada posternya,” terang Dyah Roro yang merupakan Politikus Golkar.
Dyah Roro melihat terdapat sejumlah komoditas kebutuhan yang masih mengalami kestabilan harga, seperti bawang putih, bawang merah, dan beras. Selain itu, Dyah Roro mendapatkan informasi terkait suplai barang kebutuhan pokok ke Pasar Cisalak yang masih terbilang stabil.

“Pak Presiden menyampaikan betapa pentingnya swasembada pangan. Jadi kita Alhamdulillah itu (stok bahan pokok) aman,” jelas Dyah Roro.
Soal Kenaikan Harga
Tidak dapat dipungkiri, Dyah Roro mengakui menemukan adanya sejumlah kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga. Adapun kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan harga, seperti cabai rawit.
“Intinya hasil dari kunjungan saya ke beberapa wilayah di Indonesia itu biasanya karena cuaca, karena kita tahu saat ini cuacanya sedang tidak stabil, hujan, itu juga mempengaruhi harga,” ungkap Dyah Roro.
Dyah Roro turut menemukan adanya kenaikan harga pada telur yang sebelumnya Rp 29 ribu menjadi Rp 30 ribu per kilogram. Selain itu, harga ayam broiler yang sebelumnya Rp 35 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram.
“Nanti juga akan kami telusuri juga masalahnya agar kemudian semuanya sesuai harga acuan yang berlaku,” pungkas Dyah Roro.(Bro)


+ There are no comments
Add yours