Karawang — Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., selaku Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu Pengamanan (Pangkogasgabpad), memimpin secara langsung pengamanan Kunjungan Kerja Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada kegiatan Panen Raya Padi di Dusun II, Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Rabu (7/1/2026).
Pengamanan VVIP tersebut dilaksanakan secara terintegrasi dengan melibatkan unsur TNI, Polri, serta berbagai instansi terkait. Sinergi lintas sektor ini diarahkan untuk memastikan seluruh rangkaian agenda kenegaraan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Mayjen TNI Kosasih menegaskan bahwa pengamanan Presiden merupakan amanah strategis yang menuntut profesionalisme tinggi, koordinasi solid, serta kesiapsiagaan maksimal dari seluruh personel.
Dalam kegiatan Panen Raya tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan empati dan kepedulian nasional dengan mengajak masyarakat untuk senantiasa mengingat saudara-saudara sebangsa yang terdampak bencana di berbagai wilayah, di antaranya Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan, dan daerah lainnya. Presiden juga menyampaikan apresiasi atas semangat gotong royong dan pengabdian seluruh elemen bangsa, termasuk peran aktif TNI, Polri, serta para relawan kemanusiaan.
Presiden menegaskan bahwa kekuatan Indonesia terletak pada ketangguhan kolektif dan kemandirian nasional. Menurutnya, bangsa Indonesia memiliki kapasitas dan potensi besar untuk berdiri di atas kemampuan sendiri, terutama dalam mewujudkan ketahanan pangan sebagai fondasi kedaulatan negara.
Pada momentum tersebut, Presiden Prabowo secara resmi mengumumkan capaian Indonesia yang kembali memasuki fase swasembada pangan. Ia menekankan pentingnya keberanian untuk melakukan evaluasi diri, meningkatkan kewaspadaan, serta mengelola kekayaan alam secara sungguh-sungguh agar hasilnya benar-benar berpihak pada kesejahteraan rakyat.
Presiden juga menyampaikan keprihatinannya atas realitas di mana negara yang kaya sumber daya alam masih menghadapi persoalan kemiskinan dan ketergantungan impor pangan. Kondisi tersebut, menurutnya, harus dijawab dengan kerja nyata, kebijakan yang berkeadilan, serta keberanian untuk melakukan perubahan mendasar.
Menutup arahannya, Presiden RI kembali mengingatkan jati diri Tentara Nasional Indonesia sebagai tentara rakyat, yang lahir dari rakyat dan berjuang bersama rakyat sejak masa kemerdekaan. Ia menegaskan bahwa kekuatan sejati bangsa Indonesia bertumpu pada persatuan, kemandirian, dan keberpihakan yang tulus terhadap kepentingan rakyat.


+ There are no comments
Add yours