Ormas Soroti Dugaan Wanprestasi PT TJ Forge, Warga Sirnabaya Desak Klarifikasi Pemutusan Kerja Sama dengan Cholyfour Mitra Mandiri (CMM)

Karawang — Perwakilan organisasi masyarakat (Ormas) bersama warga Desa Sirnabaya kembali menegaskan kekecewaan mereka terhadap dugaan wanprestasi sekaligus pemutusan kerja sama secara sepihak yang dilakukan PT TJ Forge terhadap Cholyfour Mitra Mandiri (CMM). Keputusan perusahaan itu dinilai tidak memiliki dasar yang jelas, tidak mengikuti mekanisme resmi, serta menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Edwardo Hotman (Edo), perwakilan Ormas XTC Indonesia, menegaskan bahwa pihak CMM tidak pernah melakukan pelanggaran sebagaimana yang dituduhkan.

“Pemutusan ini tidak berdasar. Dari data yang kami miliki, CMM tidak pernah melakukan kesalahan yang bisa dibuktikan oleh PT TJ Forge. Sampai saat ini tidak ada surat resmi maupun alasan jelas yang disampaikan,” tegas Edwardo Hotman (Edo) di depan massa aksi.

Warga Sirnabaya: CMM Selalu Hadir untuk Desa

Dukungan terhadap CMM juga datang dari warga Desa Sirnabaya. Acim Baret, tokoh masyarakat setempat, menyatakan bahwa CMM memiliki rekam jejak kontribusi yang signifikan bagi desa.

“Saya bisa bersaksi bahwa CMM sudah banyak membantu. Baik untuk masyarakat maupun pemerintahan desa, mereka selalu hadir ketika dibutuhkan,” ujar Acim.

Ia menambahkan bahwa sejak menjalin kerja sama, CMM aktif terlibat dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.

“Mulai dari kegiatan sosial, bantuan untuk warga kurang mampu, hingga dukungan program-program desa — CMM selalu hadir. Banyak warga merasakan langsung manfaatnya,” lanjut Acim.

Kontribusi CMM Capai Lebih dari Rp700 Juta

Data yang disampaikan perwakilan ormas memperkuat pernyataan tersebut. Berdasarkan catatan mereka, kontribusi CMM kepada masyarakat telah mencapai lebih dari Rp700 juta.

“Opini bahwa CMM tidak berkontribusi tidak benar. Data kami jelas, lebih dari Rp700 juta telah disalurkan CMM untuk masyarakat,” ungkap salah satu perwakilan ormas.

PT TJ Forge Belum Memberikan Klarifikasi

Sejak aksi digelar beberapa hari terakhir, warga dan ormas berharap adanya ruang dialog dengan PT TJ Forge. Namun, hingga kini, tidak ada satu pun perwakilan perusahaan yang hadir untuk memberikan penjelasan.

“Kami hanya ingin komunikasi terbuka. Sejak aksi pertama, tidak ada satu pun perwakilan PT TJ Forge yang menemui kami,” jelas perwakilan massa.

Pertanyakan Klaim Rekomendasi Desa

Massa juga mempertanyakan kabar adanya rekomendasi dari pemerintah Desa Sirnabaya yang disebut menjadi dasar pemutusan kerja sama tersebut.

“Kalau benar ada rekomendasi desa, seharusnya aparatur desa menjelaskan. Kami memiliki bukti komunikasi dan kontribusi CMM selama ini,” ujar peserta aksi lainnya.

Diduga Ada Tindakan Tidak Fair

Selain tidak adanya surat peringatan (SP), massa menilai pemutusan kerja sama yang dilakukan PT TJ Forge tidak melalui prosedur mediasi atau musyawarah sebagaimana mestinya.

“Kami menduga ada tindakan tidak fair dari PT TJ Forge. Tidak bisa memutuskan sepihak tanpa prosedur yang benar. Perusahaan seharusnya profesional dan dewasa dalam mengambil keputusan,” tegas peserta aksi.

Massa Akan Terus Bertahan

Warga dan ormas menegaskan bahwa aksi akan terus digelar hingga PT TJ Forge memberikan klarifikasi resmi dan pemerintah desa hadir untuk menjelaskan duduk perkaranya secara transparan.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours