KARAWANG — Gebyar Lomba Rakyat dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-25 Partai Demokrat tidak hanya menghadirkan kemeriahan dan kegembiraan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan kader, simpatisan, tokoh masyarakat, dan warga dalam suasana yang hangat serta penuh kebersamaan.
Kegiatan yang digelar di Lapang Mbah Pung Sayyidah, Dusun Rawarengas, Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Minggu (24/8/2026) tersebut berlangsung semarak. Antusiasme masyarakat terlihat sejak rangkaian perlombaan rakyat dimulai hingga acara berakhir.
Di tengah suasana penuh kegembiraan tersebut, muncul aspirasi dari sejumlah kader dan simpatisan Partai Demokrat yang secara terbuka menyampaikan harapan agar H. Oma Miharja Rizki bersedia maju sebagai calon Bupati Karawang untuk periode 2030–2035.
Aspirasi tersebut disampaikan sebagai bentuk penilaian sekaligus harapan masyarakat terhadap sosok H. Oma Miharja Rizki yang dinilai memiliki karakter, pengalaman, serta kedekatan dengan masyarakat.
Warga Menilai H. Oma Layak Memimpin Karawang
Sejumlah masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut menilai H. Oma Miharja Rizki merupakan figur yang memiliki kualitas kepemimpinan dan dianggap mampu membawa warna baru bagi pembangunan Kabupaten Karawang.
Menurut mereka, sosok pemimpin daerah tidak hanya membutuhkan kemampuan administratif dan politik, tetapi juga membutuhkan karakter yang rendah hati, mampu mendengar aspirasi masyarakat, serta memiliki komitmen untuk bekerja bagi kepentingan publik.
“Menurut kami, Pak H. Oma sangat layak menjadi Bupati Karawang. Beliau sosok yang sederhana, tidak berjarak dengan masyarakat dan selama ini dikenal memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya,” ujar salah seorang warga yang hadir.
Senada dengan hal tersebut, warga lainnya menyampaikan bahwa Karawang membutuhkan pemimpin yang mampu membangun komunikasi dengan berbagai lapisan masyarakat.
«“Kami melihat H. Oma punya kemampuan untuk merangkul banyak kalangan. Kalau beliau bersedia maju, tentu kami sangat berharap bisa memberikan kontribusi untuk Karawang,” ungkap warga lainnya.»
Aspirasi Kader dan Simpatisan Demokrat
Aspirasi tersebut semakin mengemuka ketika sejumlah kader dan simpatisan Partai Demokrat menyampaikan harapan secara langsung agar H. Oma Miharja Rizki mempertimbangkan untuk maju dalam kontestasi Pilkada Karawang 2030.
Dalam suasana penuh keakraban, para kader dan simpatisan menyampaikan aspirasi tersebut sebagai bentuk dorongan agar H. Oma bersedia mengambil bagian lebih besar dalam pengabdian kepada masyarakat Karawang.
«“Kami menyampaikan aspirasi ini karena melihat Pak H. Oma memiliki kapasitas dan karakter yang dibutuhkan untuk memimpin Karawang. Kalau beliau bersedia, kami berharap beliau mempertimbangkan untuk maju pada 2030,” ujar salah seorang simpatisan.»
Menurut mereka, aspirasi tersebut bukan sekadar dorongan politik, tetapi lahir dari penilaian terhadap karakter dan rekam jejak sosial H. Oma Miharja Rizki di tengah masyarakat.
M. Zaenudin: Aspirasi Masyarakat Harus Dihargai
Ketua Panitia Rangkaian Acara HUT ke-25 Partai Demokrat, M. Zaenudin, S.E., mengatakan bahwa kegiatan Gebyar Lomba Rakyat sejak awal memang dirancang sebagai ruang silaturahmi antara partai dan masyarakat.
Menurutnya, ketika masyarakat menyampaikan aspirasi secara spontan, hal tersebut merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang harus dihargai.
«“Kami tentu menghargai setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat. Yang terpenting, semua aspirasi disampaikan dengan cara yang baik dan menjadi bagian dari proses demokrasi. Mengenai siapa yang akan maju pada waktunya nanti tentu menjadi kewenangan partai dan mekanisme politik yang berlaku,” ujar Zaenudin.»
Ia menegaskan bahwa kegiatan HUT Partai Demokrat tersebut bukan kegiatan politik praktis untuk menentukan calon tertentu, melainkan momentum kebersamaan dan silaturahmi.
Namun, menurutnya, aspirasi masyarakat merupakan sesuatu yang penting untuk didengar karena masyarakat adalah bagian utama dalam kehidupan demokrasi.
Sosok H. Oma Miharja Rizki Dinilai Punya Modal Sosial
Di tengah berbagai aspirasi tersebut, nama H. Oma Miharja Rizki semakin sering disebut oleh masyarakat sebagai figur yang dianggap memiliki modal sosial untuk berkontribusi lebih besar bagi Kabupaten Karawang.
Sejumlah warga menilai karakter yang bersahaja, kemampuan membangun komunikasi lintas kelompok, serta kedekatan dengan berbagai elemen masyarakat menjadi modal penting dalam kepemimpinan daerah.
“Yang kami lihat bukan hanya soal politik. Kami melihat bagaimana seseorang berinteraksi dengan masyarakat. Pak H. Oma itu punya gaya yang sederhana dan mudah diterima berbagai kalangan. Itu yang menurut kami penting dimiliki seorang pemimpin,” kata salah seorang warga.
Warga lainnya berharap siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin Karawang dapat benar-benar memahami persoalan masyarakat dan mampu memastikan pembangunan memberikan manfaat secara merata.
«“Karawang sedang berkembang sangat pesat. Karena itu, kita membutuhkan pemimpin yang bisa melihat pembangunan bukan hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dari sisi sosial dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.»
Dari Kegembiraan Rakyat Menuju Aspirasi Kepemimpinan
Gebyar Lomba Rakyat akhirnya bukan hanya menghadirkan hiburan dan kemeriahan, tetapi juga menjadi ruang munculnya aspirasi politik masyarakat.
Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan yang mempertemukan masyarakat secara langsung dapat menjadi ruang komunikasi yang efektif untuk menyerap berbagai harapan dan pandangan warga mengenai masa depan daerah.
Meski demikian, aspirasi mengenai H. Oma Miharja Rizki untuk maju sebagai Bupati Karawang periode 2030–2035 masih merupakan harapan yang disampaikan masyarakat dan belum menjadi keputusan resmi pencalonan.
Bagi masyarakat yang menyuarakannya, harapan tersebut merupakan bentuk keinginan agar Karawang ke depan dipimpin oleh sosok yang dianggap memiliki integritas, kedekatan dengan rakyat, kemampuan merangkul berbagai kelompok, serta komitmen terhadap pembangunan daerah.
Gebyar Lomba Rakyat HUT ke-25 Partai Demokrat pun meninggalkan pesan yang lebih luas: kegembiraan dapat menjadi pintu masuk bagi silaturahmi, dan silaturahmi dapat menjadi ruang tumbuhnya aspirasi masyarakat tentang masa depan daerah.
Di tengah suasana penuh canda, perlombaan, dan kebersamaan, sejumlah warga menyampaikan satu harapan yang sama—agar H. Oma Miharja Rizki mempertimbangkan untuk mengambil peran yang lebih besar dalam pengabdian kepada Kabupaten Karawang.
“Kami berharap H. Oma bersedia maju. Kalau memang masyarakat menilai beliau layak, semoga aspirasi ini dapat menjadi pertimbangan dan pada waktunya beliau bersedia mengabdikan diri untuk memimpin Karawang.”


+ There are no comments
Add yours