KARAWANG — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah menjadi momentum istimewa bagi Ketua DPC Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI) Kabupaten Karawang, Jayadi, untuk mengajak masyarakat melihat kembali makna keteladanan Rasulullah SAW melalui perspektif seni dan perjalanan panjang musik dangdut Indonesia.
Bagi Jayadi, Maulid Nabi tidak semestinya hanya dimaknai sebagai peringatan atas kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga sebagai momentum untuk meneladani perjuangan beliau dalam menyampaikan risalah Islam melalui akhlak, keteladanan, kasih sayang dan pesan-pesan kebaikan.
Dalam konteks dunia seni musik dangdut, Jayadi melihat perjalanan panjang H. Rhoma Irama, Ketua Umum DPP PAMDI, sebagai salah satu contoh bagaimana seni dapat dijadikan ruang untuk menyampaikan pesan moral dan keagamaan kepada masyarakat.
Menurut Jayadi, perjalanan karier Rhoma Irama tidak hanya berbicara tentang popularitas, karya musik dan panggung hiburan. Di balik perjalanan panjangnya sebagai musisi, terdapat konsistensi dalam memasukkan pesan-pesan moral, sosial dan keagamaan ke dalam karya-karyanya.
“Bagi saya, Bang Haji Rhoma Irama adalah sosok yang sangat luar biasa. Perjalanan karier beliau bukan hanya perjalanan seorang musisi dalam mencapai kesuksesan, tetapi juga perjalanan seorang seniman yang berusaha menyampaikan pesan-pesan kebaikan dan nilai-nilai Islam melalui musik,” ujar Jayadi.
Musik sebagai Jalan Menyampaikan Pesan Kebaikan
Jayadi menilai, salah satu hal yang membuat perjalanan Rhoma Irama memiliki tempat khusus dalam sejarah musik dangdut Indonesia adalah keberaniannya membawa tema kehidupan, moral, keluarga, sosial dan keagamaan ke dalam dunia musik populer.
Menurutnya, hal tersebut memperlihatkan bahwa seni dapat menjadi medium komunikasi yang sangat kuat. Pesan yang disampaikan melalui lagu dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat dengan bahasa yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Bang Haji Rhoma Irama mampu membuktikan bahwa musik bukan hanya untuk hiburan. Musik juga bisa menjadi sarana menyampaikan nasihat, mengingatkan manusia tentang kebaikan, mengajak menjauhi kemaksiatan dan menguatkan nilai-nilai kehidupan yang sesuai dengan ajaran agama,” katanya.
Dalam pandangan Jayadi, semangat tersebut memiliki keterkaitan dengan nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW, khususnya mengenai kewajiban menyampaikan kebaikan dan mengajak manusia kepada jalan yang benar dengan cara yang bijaksana.
Karena itu, ia memandang perjalanan musik Rhoma Irama sebagai fenomena budaya yang tidak dapat dilepaskan dari upaya menghadirkan pesan moral dan keagamaan di tengah masyarakat.
Dari Panggung Musik hingga Panggung Dakwah
Jayadi mengungkapkan kekagumannya terhadap konsistensi Rhoma Irama dalam menjalani perjalanan panjang sebagai seniman. Di tengah perubahan zaman dan perkembangan industri musik, Rhoma tetap memiliki karakter yang kuat dalam karya dan pesan yang dibawanya.
“Saya sangat mengagumi Bang Haji Rhoma Irama. Beliau mampu menjaga identitas sebagai seniman sekaligus membawa misi moral melalui karya-karyanya. Ini yang menurut saya sangat luar biasa dan patut menjadi inspirasi bagi generasi seniman sekarang,” ungkapnya.
Bagi Jayadi, perjalanan tersebut memberikan pelajaran bahwa profesi dan kreativitas dapat menjadi sarana pengabdian. Seorang seniman tidak hanya dituntut menghasilkan karya yang menarik, tetapi juga memiliki tanggung jawab terhadap pesan yang disampaikan kepada masyarakat.
Dalam konteks itulah, Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum yang tepat untuk mengingat kembali bahwa dakwah dapat dilakukan melalui berbagai jalan, selama tujuan akhirnya adalah menghadirkan kebaikan, kedamaian, persaudaraan dan kemaslahatan.
Keteladanan Rasulullah dalam Karya dan Kehidupan
Jayadi menegaskan bahwa meneladani Rasulullah SAW bukan hanya berbicara mengenai simbol dan seremonial, tetapi bagaimana nilai-nilai yang beliau ajarkan diterjemahkan dalam kehidupan nyata.
Kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang, keberanian menyampaikan kebenaran dan kepedulian terhadap sesama merupakan nilai yang dapat diterapkan siapa saja, termasuk para seniman.
“Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita bahwa kehidupan harus memberikan manfaat bagi orang lain. Dalam kapasitasnya sebagai seniman, Bang Haji Rhoma Irama telah memberikan warna tersendiri dalam perjalanan musik Indonesia dengan menghadirkan karya-karya yang sarat pesan moral dan keagamaan,” tuturnya.
Jayadi berharap generasi muda, khususnya generasi muda yang terjun dalam dunia musik dangdut, dapat belajar dari perjalanan tersebut. Kreativitas dan popularitas, menurutnya, harus tetap dibarengi tanggung jawab, etika dan nilai kemanusiaan.
Maulid Nabi dan Masa Depan Musik Dangdut
Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H juga diharapkan dapat menjadi titik refleksi bagi insan musik dangdut untuk terus melahirkan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mencerdaskan dan memberikan inspirasi.
Jayadi berharap PAMDI dapat menjadi wadah yang semakin kuat dalam membangun ekosistem seni musik dangdut yang profesional, bermartabat dan memiliki kontribusi positif terhadap kebudayaan Indonesia.
“Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. Semoga kita semakin mencintai Rasulullah SAW, semakin memahami perjuangan dan keteladanan beliau, serta mampu menerjemahkan nilai-nilai tersebut melalui profesi dan karya kita masing-masing,” kata Jayadi.
Ia juga menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada H. Rhoma Irama yang saat ini dipercaya sebagai Ketua Umum DPP PAMDI.
“Semoga Bang Haji Rhoma Irama senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan untuk terus berkarya serta memberikan inspirasi bagi generasi seniman Indonesia. Perjalanan beliau mengajarkan kepada kita bahwa sebuah karya akan memiliki nilai yang lebih tinggi ketika di dalamnya terdapat pesan kebaikan dan kemanfaatan bagi masyarakat,” pungkas Jayadi.
Bagi Jayadi, Maulid Nabi Muhammad SAW pada akhirnya bukan sekadar momentum mengenang kelahiran Rasulullah SAW. Lebih jauh, Maulid merupakan ajakan untuk meneruskan semangat keteladanan beliau melalui bidang kehidupan masing-masing.
Dan dalam dunia musik dangdut Indonesia, perjalanan panjang H. Rhoma Irama menjadi salah satu kisah yang menurut Jayadi layak direnungkan: ketika panggung seni tidak hanya menjadi tempat berkarya, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk menyampaikan pesan moral, mengajak kepada kebaikan dan memperkuat nilai-nilai keagamaan.
Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.
Jayadi
Ketua DPC PAMDI Kabupaten Karawang
“Meneladani Rasulullah SAW, Berkarya dengan Nilai, Berdakwah melalui Seni, dan Mengabdi untuk Negeri.”


+ There are no comments
Add yours