Besuki Jadi Titik Perhatian, Bupati Situbondo Mas Rio Hadirkan Semangat Kebangsaan dari Eks Karesidenan

3 min read

SITUBONDO — Kawasan Besuki, yang memiliki sejarah panjang sebagai salah satu wilayah penting di Jawa Timur, mulai mendapatkan perhatian lebih dari Pemerintah Kabupaten Situbondo. Di bawah kepemimpinan Bupati Situbondo, Mas Rio, momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 akan menghadirkan suasana berbeda dengan menempatkan Besuki sebagai salah satu pusat kegiatan perayaan kemerdekaan.

Jika selama ini rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan lebih banyak dipusatkan di Situbondo, tahun ini Pemerintah Kabupaten Situbondo menghadirkan pendekatan yang lebih merata dengan melaksanakan upacara peringatan Kemerdekaan hingga prosesi penurunan bendera di Alun-Alun Besuki.

Langkah tersebut dinilai menjadi bentuk perhatian sekaligus penghargaan terhadap Besuki yang memiliki nilai sejarah dan identitas kuat sebagai bagian dari kawasan eks Karesidenan Besuki. Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat diharapkan mampu memperkuat rasa kebersamaan sekaligus mendorong pemerataan perhatian terhadap wilayah-wilayah di Kabupaten Situbondo.

Tidak berhenti pada rangkaian upacara kenegaraan, suasana kebangsaan akan dilanjutkan melalui kegiatan pengajian, doa bersama, dan shalawat yang dijadwalkan berlangsung pada malam 18 Agustus 2026 di Alun-Alun Besuki.

Kegiatan tersebut direncanakan melibatkan ribuan jamaah, masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur pemerintah, serta jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia. Kehadiran berbagai elemen tersebut menjadi gambaran bahwa peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga ruang untuk memperkuat silaturahmi dan kebersamaan antara negara dan masyarakat.

Secara khusus, rangkaian doa dan shalawat tersebut diarahkan sebagai ikhtiar spiritual untuk mendoakan keselamatan dan kemajuan bangsa Indonesia, sekaligus mendoakan institusi Polri serta jajaran pimpinan Kepolisian, termasuk Kapolri beserta seluruh jajaran.

Kegiatan tersebut juga mendapat perhatian karena dirancang dengan melibatkan berbagai unsur dalam satu ruang kebersamaan. Para pejabat pemerintah, jajaran kepolisian, ulama, tokoh masyarakat, serta perwakilan masyarakat akan hadir bersama dalam rangkaian kegiatan yang dikemas secara terbuka dan inklusif.

Untuk mendukung kegiatan, panitia akan menggunakan panggung utama berukuran besar milik Mahadewa. Panggung tersebut akan menjadi ruang bersama bagi unsur pemerintah, kepolisian, ulama, tokoh masyarakat, serta elemen masyarakat yang hadir.

Tidak hanya dapat disaksikan langsung oleh masyarakat Besuki dan sekitarnya, kegiatan tersebut juga direncanakan disiarkan secara langsung melalui live streaming. Dengan demikian, rangkaian kegiatan dapat diikuti oleh masyarakat yang berada di luar Besuki, termasuk jajaran Kepolisian di tingkat pusat.

Konsep tersebut sekaligus menunjukkan perkembangan pola komunikasi publik yang semakin terbuka. Teknologi digital dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan pesan kebangsaan, doa, dan kebersamaan dari Besuki kepada masyarakat yang lebih luas.

Bagi masyarakat Besuki, momentum ini menjadi lebih dari sekadar perayaan HUT Kemerdekaan. Kehadiran pemerintah daerah, Polri, ulama, tokoh masyarakat, dan warga dalam satu rangkaian kegiatan menjadi simbol penting tentang pentingnya membangun hubungan yang harmonis antara pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh agama, dan masyarakat.

Besuki pun diharapkan tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya seremoni kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya semangat persatuan, religiusitas, gotong royong, serta kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dari Alun-Alun Besuki, pesan yang ingin disampaikan sederhana namun mendalam: kemerdekaan bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk terus dirawat melalui persatuan, doa, pelayanan kepada masyarakat, dan kepedulian terhadap masa depan bangsa.

Besuki bergerak, masyarakat bersatu, doa dipanjatkan untuk Indonesia.

Bagikan berita/artikel ini

Baca juga artikel menarik lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours