Hadiri Pertemuan KADIN dengan Presiden Prabowo, Bamsoet: Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha Kunci Hadapi Gejolak Ekonomi Global

4 min read

JAKARTA – Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dinilai menjadi salah satu kunci penting bagi Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian serta gejolak ekonomi global. Hal tersebut ditegaskan Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) KADIN Indonesia, Bambang Soesatyo (Bamsoet), usai menghadiri pertemuan pimpinan KADIN Indonesia dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Pertemuan yang berlangsung lebih dari tiga jam tersebut dihadiri pengurus KADIN dari 38 provinsi serta perwakilan berbagai asosiasi. Menurut Bamsoet, pertemuan tersebut memiliki nilai strategis karena berlangsung di tengah situasi ekonomi dunia yang menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perlambatan ekonomi, ketegangan geopolitik, perubahan rantai pasok global, hingga persaingan investasi antarnegara yang semakin kompetitif.

“Presiden Prabowo memberikan pesan yang sangat jelas bahwa kemajuan bangsa hanya dapat diwujudkan apabila pemerintah, dunia usaha, akademisi, pekerja, dan seluruh elemen nasional bergerak dalam semangat kolaborasi. KADIN memiliki tanggung jawab untuk menerjemahkan arahan tersebut menjadi langkah nyata yang mampu mendorong investasi, memperkuat industri nasional, meningkatkan ekspor, serta membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat,” ujar Bamsoet.

Menurutnya, komunikasi intensif antara pemerintah dan pelaku usaha sangat diperlukan agar kebijakan ekonomi yang dihasilkan benar-benar mampu menjawab tantangan di lapangan. Dunia usaha membutuhkan kepastian dan iklim investasi yang sehat, sedangkan pemerintah membutuhkan masukan objektif dari pelaku usaha sebagai salah satu dasar dalam merumuskan kebijakan.

Bamsoet menilai arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo relevan dengan tantangan ekonomi global saat ini. Indonesia memiliki sejumlah modal strategis, antara lain stabilitas politik, bonus demografi, kekayaan sumber daya alam, serta besarnya pasar domestik.

Namun, potensi tersebut tidak akan optimal tanpa sinergi yang kuat antara pemerintah dan dunia usaha. Persaingan antarnegara dalam menarik investasi semakin ketat, sehingga Indonesia perlu memastikan regulasi yang memberikan kepastian, pelayanan perizinan yang efisien, infrastruktur yang memadai, serta ekosistem usaha yang kompetitif.

“Presiden mengingatkan bahwa negara yang berhasil adalah negara yang elite politik, elite ekonomi, elite intelektual, serta seluruh komponen masyarakatnya mampu bekerja sama. Pesan ini harus menjadi motivasi bersama agar dunia usaha semakin percaya diri melakukan ekspansi dan investasi di Indonesia,” kata Bamsoet.

Ia juga menyoroti tantangan dunia usaha yang kini semakin kompleks. Pelaku usaha tidak hanya berhadapan dengan ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, tetapi juga harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, transisi energi, serta perubahan pola perdagangan internasional.

Karena itu, menurut Bamsoet, kepastian hukum, penyederhanaan regulasi, percepatan perizinan, pembangunan infrastruktur, dan akses pembiayaan merupakan elemen penting dalam meningkatkan daya saing nasional.

“KADIN harus menjadi jembatan yang efektif antara aspirasi pelaku usaha dengan pemerintah. Dunia usaha membutuhkan kepastian, sementara pemerintah memerlukan masukan yang objektif dari lapangan. Pertemuan seperti ini menjadi sarana strategis untuk membangun kepercayaan dan menghasilkan kebijakan yang semakin pro-investasi, pro-industri, serta pro-penciptaan lapangan kerja,” urainya.

Bamsoet menambahkan, peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia masih terbuka lebar. Sektor hilirisasi sumber daya alam, kawasan industri, ketahanan pangan, digitalisasi UMKM, kendaraan listrik, serta pembangunan infrastruktur dinilai memiliki prospek yang strategis dalam memperkuat fondasi perekonomian nasional.

Di sisi lain, penguatan ekonomi daerah juga perlu mendapat perhatian serius. Menurutnya, sebagian besar aktivitas ekonomi nasional bertumpu pada produktivitas daerah sehingga KADIN di tingkat provinsi memiliki posisi penting dalam mengidentifikasi potensi ekonomi lokal sekaligus menghubungkannya dengan peluang investasi nasional maupun global.

“Semangat yang dibangun Presiden Prabowo adalah membangun Indonesia dari seluruh daerah. Karena itu KADIN di 38 provinsi harus mampu menjadi motor penggerak investasi, membantu UMKM terus berkembang, memperkuat industri lokal, memperluas pasar ekspor, serta menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan kompetitif,” pungkas Bamsoet.

Pertemuan antara KADIN dan Presiden Prabowo tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai forum dialog, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan menghasilkan langkah konkret. Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha menjadi semakin penting agar Indonesia tidak hanya mampu bertahan menghadapi gejolak ekonomi global, tetapi juga memanfaatkan setiap perubahan sebagai peluang untuk mempercepat pertumbuhan, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bagikan berita/artikel ini

Baca juga artikel menarik lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours