KABUPATEN BEKASI – Memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang jatuh pada Jumat, 26 Juni 2026, Wakil Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bekasi sekaligus Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi PKB, H. Jaya Marjaya, S.E., S.H., M.Si., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat ketahanan keluarga, pendidikan karakter, serta nilai-nilai kebangsaan sebagai upaya preventif dalam melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
Mengusung tema “Pergerakan Kolektif Bersih dari Narkoba, Mewujudkan Generasi Merah Putih yang Berdaulat dan Berintegritas Jauh dari Narkoba,” H. Jaya Marjaya menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba bukan hanya persoalan hukum, melainkan juga persoalan sosial, moral, dan kemanusiaan yang membutuhkan keterlibatan seluruh komponen bangsa dalam penanganannya.
Menurutnya, keluarga merupakan benteng pertama dalam membangun karakter anak. Nilai-nilai keagamaan, akhlak mulia, kedisiplinan, kepedulian, dan semangat kebangsaan harus ditanamkan sejak dini agar generasi muda memiliki ketahanan diri yang kuat terhadap berbagai pengaruh negatif.
“Melindungi generasi muda dari bahaya narkoba tidak cukup hanya melalui penegakan hukum. Yang tidak kalah penting adalah membangun karakter, memperkuat pendidikan akhlak, menanamkan nilai-nilai kebangsaan, serta menghadirkan lingkungan yang penuh perhatian dan keteladanan. Ketika keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah berjalan bersama, kita sedang membangun benteng yang kokoh bagi masa depan anak-anak kita,” ujar H. Jaya Marjaya.
Sebagai Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, ia menilai bahwa pencegahan harus menjadi prioritas utama. Program edukasi mengenai bahaya narkoba, pembinaan kepemudaan, penguatan organisasi kemasyarakatan, pendidikan keagamaan, serta perluasan akses terhadap kegiatan olahraga, seni, kewirausahaan, dan pelatihan keterampilan perlu terus diperkuat agar generasi muda memiliki ruang yang positif untuk berkembang.
Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya gotong royong dan kepedulian sosial dalam masyarakat. Menurutnya, keberhasilan memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba tidak dapat dibebankan kepada satu lembaga, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, media, dan seluruh lapisan masyarakat.
“Semangat kebersamaan adalah kekuatan bangsa Indonesia. Ketika seluruh elemen masyarakat memiliki kepedulian untuk saling menjaga, saling mengingatkan, dan bersama-sama membina generasi muda, maka ruang gerak penyalahgunaan narkoba akan semakin sempit. Inilah bentuk nyata ikhtiar kita dalam menjaga masa depan bangsa,” tegasnya.
H. Jaya Marjaya juga mengajak generasi muda untuk menjadikan nilai-nilai religius, semangat kebangsaan, serta budaya gotong royong sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan. Menurutnya, pemuda yang memiliki karakter kuat, integritas, wawasan kebangsaan, dan kepedulian terhadap sesama akan menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaya saing.
Melalui momentum Hari Anti Narkotika Internasional 2026, H. Jaya Marjaya berharap semangat “Pergerakan Kolektif Bersih dari Narkoba” dapat diwujudkan dalam aksi nyata yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Dengan memperkuat pendidikan karakter, nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, serta budaya gotong royong, Kabupaten Bekasi diharapkan mampu melahirkan Generasi Merah Putih yang sehat, berintegritas, berakhlak mulia, dan siap menjadi penerus pembangunan bangsa.


+ There are no comments
Add yours