Putih Sari Teguhkan Semangat Demokrasi Beretika dan Kebangsaan, Warga Lambangsari Nyatakan Dukungan terhadap Program Presiden Prabowo Subianto

3 min read

Bekasi – Komitmen memperkuat nilai-nilai kebangsaan, demokrasi yang beretika, serta semangat persatuan terus digaungkan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Putih Sari, melalui kegiatan Penyerapan Aspirasi Masyarakat bertajuk “Penguatan Demokrasi Substansi dan Etika Berbangsa” yang berlangsung di Jalan Kalijambe, Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Senin (22/6/2026).

Kegiatan yang dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan berbagai elemen warga tersebut berlangsung penuh kehangatan dan antusiasme. Selain menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat, forum tersebut juga menjadi ruang edukasi kebangsaan yang menegaskan pentingnya menjaga karakter bangsa di tengah derasnya arus perubahan sosial, budaya, dan perkembangan teknologi informasi.

Dalam pemaparannya, Putih Sari menegaskan bahwa demokrasi Indonesia harus terus diperkuat melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, demokrasi tidak hanya dimaknai sebagai mekanisme politik, melainkan sebagai budaya kehidupan yang mengedepankan musyawarah, gotong royong, toleransi, serta penghormatan terhadap keberagaman.

“Indonesia dibangun di atas fondasi kebersamaan. Karena itu, setiap keputusan yang menyangkut kepentingan masyarakat harus dilandasi nilai-nilai Pancasila. Demokrasi yang kuat adalah demokrasi yang mampu melahirkan persatuan, keadilan, dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat,” ujar ****.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai Empat Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Keempat pilar tersebut, menurutnya, harus menjadi landasan moral dan pedoman dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Putih Sari juga mengingatkan bahwa di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis, masyarakat perlu memiliki ketahanan karakter dan wawasan kebangsaan yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang dapat memecah persatuan. Menurutnya, menjaga etika dalam demokrasi merupakan bagian penting dalam mewujudkan kehidupan sosial yang harmonis dan produktif.

Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Lambangsari sekaligus purnawirawan Tentara Nasional Indonesia, ****, menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan konsistensi Putih Sari yang terus hadir di tengah masyarakat untuk mendengarkan langsung berbagai aspirasi warga.

Menurut Subur Subangkit, masyarakat Desa Lambangsari memiliki semangat nasionalisme yang tinggi dan siap berkontribusi dalam mendukung pembangunan nasional. Ia menegaskan bahwa kecintaan terhadap bangsa dan negara harus diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam menjaga persatuan, stabilitas sosial, dan mendukung berbagai program pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Kami masyarakat Lambangsari sangat mencintai Indonesia dan siap mendukung program-program pembangunan yang dijalankan pemerintah. Kami juga menaruh harapan besar terhadap kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, dalam membawa Indonesia semakin maju, mandiri, dan sejahtera,” ungkap Subur Subangkit yang disambut tepuk tangan peserta.

Antusiasme masyarakat yang hadir menunjukkan tingginya kesadaran warga akan pentingnya demokrasi yang sehat dan beretika. Berbagai aspirasi, masukan, serta harapan masyarakat disampaikan secara terbuka dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat persatuan.

Melalui kegiatan ini, Putih Sari mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai kebangsaan sebagai fondasi utama pembangunan. Ia meyakini bahwa Indonesia akan semakin kuat apabila seluruh komponen bangsa mampu bersatu, bergotong royong, serta menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa penguatan demokrasi dan etika berbangsa tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan para pemangku kebijakan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Dengan semangat persatuan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama, cita-cita mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, adil, dan makmur akan semakin mudah diwujudkan di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia.

Bagikan berita/artikel ini

Baca juga artikel menarik lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours