Karawang — Sorotan publik terhadap pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RSUD Jatisari kini mendapat tanggapan resmi dari pihak manajemen rumah sakit. Direktur Utama RSUD Jatisari, dr. Annisa, menyampaikan klarifikasi terkait informasi yang beredar di masyarakat.
Sebelumnya, muncul dugaan bahwa pasien dalam kondisi kritis tidak mendapatkan penanganan awal secara optimal akibat tidak adanya dokter siaga. Informasi tersebut pun memicu keprihatinan publik, mengingat IGD merupakan lini terdepan dalam pelayanan kegawatdaruratan yang dituntut untuk selalu siap selama 24 jam.
Menanggapi hal tersebut, dr. Annisa menegaskan bahwa kondisi yang terjadi bukan disebabkan oleh faktor administratif maupun penolakan pasien, melainkan karena situasi IGD yang tengah mengalami lonjakan pasien.
“Bukan karena KTP, Pak. Tadi IGD kami memang dalam kondisi sangat penuh, dan hal itu juga sudah disampaikan kepada pihak keluarga pasien. Kami pastinya tetap melayani,” ujar dr. Annisa dalam klarifikasinya.
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta menegaskan komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Saya atas nama RSUD Jatisari mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” tambahnya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa rumah sakit tetap berupaya menjalankan fungsi pelayanan secara maksimal di tengah tingginya tekanan layanan. Di sisi lain, kondisi ini juga menjadi refleksi penting akan tantangan nyata yang dihadapi fasilitas kesehatan, khususnya dalam mengelola lonjakan pasien di ruang IGD.
Peristiwa ini diharapkan menjadi momentum evaluasi bersama, baik bagi manajemen rumah sakit maupun pemangku kebijakan, untuk terus memperkuat sistem layanan kegawatdaruratan—mulai dari ketersediaan tenaga medis, kapasitas ruang layanan, hingga mekanisme respons cepat dalam situasi darurat.
Pada akhirnya, masyarakat tentu berharap agar setiap fasilitas kesehatan dapat senantiasa hadir dengan pelayanan yang sigap, profesional, dan humanis. Karena di balik setiap layanan medis, terdapat amanah besar untuk menjaga keselamatan dan harapan hidup setiap pasien.
Informasi terakhir pasien dilarikan ke Rumah Sakit IZZA, setelah mendapat perhatian dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang


+ There are no comments
Add yours