Bekasi – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Gerindra, Putih Sari, menegaskan pentingnya penguatan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat saat menggelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Aula Kantor Desa Karangsetia, Kabupaten Bekasi, Kamis (26/2/2026).
Dalam paparannya, Putih Sari mengajak masyarakat untuk kembali meneguhkan komitmen terhadap empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Menurutnya, sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, setiap individu mau tidak mau menjalani kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dengan berlandaskan nilai-nilai tersebut.
“Kita ini pada awalnya adalah bangsa yang berbeda-beda. Dari kerajaan-kerajaan yang berdiri sendiri, kemudian lahir kesadaran kolektif melalui pergerakan para pemuda hingga akhirnya bersatu menjadi satu bangsa Indonesia. Proses sejarah itu tidak singkat, melainkan panjang dan penuh perjuangan,” ujarnya.
Putih Sari menekankan bahwa di tahun 2026, Indonesia telah memasuki usia 81 tahun sebagai bangsa merdeka—usia yang dinilainya sudah matang. Selama lebih dari delapan dekade, bangsa Indonesia terus berproses, berkembang, dan menghadapi berbagai dinamika pembangunan.
“Hari ini kita menyaksikan begitu banyak perubahan. Infrastruktur dibangun di berbagai wilayah, konektivitas semakin terbuka, akses pendidikan dan kesehatan terus ditingkatkan. Ini adalah bagian dari perjalanan bangsa yang tidak pernah berhenti berproses,” jelasnya.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa sebagai negara berkembang, Indonesia masih menghadapi beragam tantangan. Perspektif terhadap hasil pembangunan pun kerap berbeda-beda.
“Cukup atau tidak cukup, baik atau belum baik, itu sangat tergantung dari sudut pandang masing-masing. Yang jelas, pembangunan adalah proses yang harus terus kita kawal bersama dengan semangat persatuan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Putih Sari juga menggarisbawahi bahwa komponen terpenting dari sebuah bangsa adalah rakyatnya. Program-program pemerintah, menurutnya, harus selalu bermuara pada kesejahteraan masyarakat dan penguatan kualitas sumber daya manusia.
“Kita patut bersyukur dilahirkan di tanah air Indonesia. Kita tidak memilih takdir ini, tetapi kita ditakdirkan menjadi satu bangsa yang sama. Maka tugas kita adalah menjaga kesatuan dan persatuan agar cita-cita para pendiri bangsa benar-benar terwujud,” katanya disambut tepuk tangan peserta.
Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpecah belah oleh perbedaan pandangan, terlebih di tengah derasnya arus globalisasi dan informasi digital. Putih Sari mengajak masyarakat untuk lebih bijak menyikapi berbagai isu yang beredar di media sosial.
“Jangan saling menjelekkan. Carilah persamaan, bukan perbedaan. Kritik tentu boleh, bahkan perlu, sebagai bentuk kontrol sosial. Tetapi sampaikan dengan cara yang santun agar tujuan kritik kita didengar dan membawa perbaikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam perspektif nilai keagamaan pun, prinsip amar ma’ruf nahi munkar harus dijalankan dengan cara yang baik dan penuh hikmah. Semangat tersebut, menurutnya, sejalan dengan sila ketiga Pancasila, yakni Persatuan Indonesia.
“Kita boleh berbeda pilihan, berbeda pendapat, tetapi jangan sampai perbedaan itu merusak persaudaraan kebangsaan. Justru di tengah keberagaman itulah kita diuji untuk tetap bersatu, berdaulat, dan bermartabat sebagai bangsa besar,” tandasnya.
Melalui kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI ini, Putih Sari berharap masyarakat Desa Karangsetia dan Kabupaten Bekasi secara umum semakin memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari—bukan sekadar sebagai hafalan, tetapi sebagai pedoman nyata dalam bertindak dan bersikap.
“Bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang maju infrastrukturnya, tetapi bangsa yang kuat karakter dan persatuannya. Mari kita jaga Indonesia bersama,” pungkasnya.


+ There are no comments
Add yours