Depok, SWARAJABAR.ID – Kementerian Haji dan Umrah Kota Depok terus memberikan pembekalan menyeluruh kepada calon jemaah haji melalui kegiatan bimbingan manasik, salah satunya dengan praktik langsung pemakaian kain ihram. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam rangka mempersiapkan jemaah agar lebih siap secara fisik maupun spiritual sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Pelaksanaan Bimbingan Manasik Haji Nasional ini berlangsung di Masjid Jami Dhuyufur Rahman, Kota Depok, pada Selasa (17/2), dengan diikuti oleh calon jemaah haji dari berbagai wilayah, khususnya Kecamatan Tapos.
Dalam sesi tersebut, para calon jemaah haji dibimbing secara langsung oleh pembimbing ibadah untuk memahami tata cara memakai ihram yang benar sesuai tuntunan syariat.
Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari cara melilit kain ihram, menjaga kerapian, hingga memahami larangan-larangan selama dalam keadaan ihram.
Antusiasme calon jemaah haji Kecamatan Tapos terlihat begitu tinggi. Mereka mengikuti praktik dengan penuh semangat, saling membantu satu sama lain dalam mengenakan kain ihram, serta aktif bertanya kepada pembimbing terkait tata cara yang benar agar tidak keliru saat pelaksanaan di Tanah Suci nanti.
Pembimbing manasik menjelaskan bahwa ihram bukan sekadar pakaian, tetapi juga simbol kesucian, kesederhanaan, serta kesiapan hati untuk memasuki rangkaian ibadah haji. Dengan praktik langsung ini, jemaah diharapkan tidak mengalami kebingungan saat memasuki miqat nanti.
Selain praktik pemakaian ihram, kegiatan manasik juga dilanjutkan dengan simulasi praktik tawaf. Dalam sesi ini, calon jemaah diperagakan tata cara mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran, dimulai dari Hajar Aswad dan diakhiri pada titik yang sama.
Pembimbing memberikan arahan mengenai doa-doa yang dianjurkan selama tawaf, adab menjaga ketertiban, serta pentingnya kekhusyukan di tengah keramaian jemaah dari berbagai negara.
Dalam kesempatan tersebut, jemaah juga diberikan pemahaman khusus mengenai Hajar Aswad, batu mulia yang terletak di salah satu sudut Ka’bah dan menjadi titik awal tawaf. Pembimbing menjelaskan bahwa mencium Hajar Aswad merupakan sunnah, namun apabila kondisi sangat padat dan tidak memungkinkan, jemaah cukup memberi isyarat dengan melambaikan tangan sambil bertakbir tanpa harus memaksakan diri.
Menariknya, dalam pelaksanaan praktik langsung ini, para calon jemaah juga berkesempatan berinteraksi langsung dengan narasumber melalui sesi tanya jawab. Jemaah memanfaatkan momen tersebut untuk menanyakan berbagai hal teknis maupun spiritual, seperti tata cara tawaf di tengah kepadatan, bacaan doa yang dianjurkan, hingga adab menjaga kekhusyukan selama berada di Masjidil Haram.
Sesi dialog ini menjadi bagian penting karena membantu calon jemaah memahami manasik secara lebih mendalam, sekaligus menambah rasa percaya diri mereka dalam menjalankan ibadah haji dan umrah nantinya.
Kegiatan manasik ini juga diisi dengan materi praktik pelaksanaan umrah yang disampaikan oleh H. Abdul Rasyid Marhaly, L.C. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara rinci tahapan ibadah umrah mulai dari niat ihram di miqat, pelaksanaan tawaf, sa’i antara Shafa dan Marwah, hingga tahallul sebagai penutup rangkaian umrah.
Lebih dari sekadar latihan teknis, materi praktik manasik umrah ini mengajak para calon jemaah untuk mempersiapkan perjalanan menuju Baitullah dengan penuh hikmah. Jemaah diingatkan bahwa setiap langkah dalam umrah merupakan bentuk panggilan Allah SWT, sehingga harus dijalani dengan hati yang ikhlas, niat yang lurus, serta kesadaran spiritual yang mendalam.
H. Abdul Rasyid Marhaly menekankan bahwa manasik bukan hanya sekadar memahami tata cara, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kesabaran, ketawadhuan, dan rasa persaudaraan sesama muslim dalam perjalanan suci menuju Rumah Allah.
Kegiatan ini menjadi salah satu sesi yang dinilai sangat membantu, terutama bagi calon jemaah yang baru pertama kali melaksanakan ibadah haji. Melalui manasik yang terstruktur, Kementerian Haji dan Umrah Kota Depok berharap jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lebih mandiri, tertib, dan khusyuk, sehingga mampu meraih predikat haji yang mabrur.(**/Bro)


+ There are no comments
Add yours