Depok, SWARAJABAR.ID – Warga perantauan dari pulau Madura yang tergabung dalam Ormas Madas Nusantara DPK Sukmajaya menggelar pertemuan rutin sebulan sekali, Senin (12/01/2026) sekira pukul 24:00 di Sukmajaya.
Suasana khidmat dan religius dalam pertemuan tersebut di buka dengan tahlil dan doa ahli kubur. Doa tahlil tersebut merupakan bentuk rasa syukur warga Madura Sukmajaya yang telah diberi kesehatan dan kelancaran usaha, serta sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat sehat dan panjang umur seluruh anggota hingga bisa sampai di tahun 2026.
Dalam sambutannya, Ketua Madas Nusantara DPK Sukmajaya Depok Heriyanto yang juga ketua SBDS Tiga Serangkai Cabang Depok, Memberi arahan dan ajakan kepada seluruh anggota.
“Kita harus taat dan tertib administrasi sebagai warga perantau yang menetap di Kota Depok, oleh sebab itu kami menghimbau kepada anggota yang sudah menetap lebih dari satu tahun dan usahanya sudah berjalan, agar pindah KTP sesuai domisili dan mengikuti aturan pengurus lingkungan tempat tinggal,” kata Heriyanto.
Hal ini sangat penting, agar kita mudah mendapatkan akses layanan publik dari tingkat RT, RW, Kelurahan, Kecamatan hingga tingkat Kota melalui dinas terkait, seperti bidang kesehatan, pembuatan BPJS, pendidikan sekolah negeri yang sesuai domisili KTP/KK, bantuan sosial, dan akses layanan lainnya, tambah Heriyanto.
Sebagai perantau, kita adalah energi yang mewarnai lingkungan tempat tinggal kita, bukan hanya dengan semangat berusaha, tapi juga taat aturan dan tata tertib, menjaga etika bersosial serta berkontribusi positif untuk lingkungan.tegasnya.
Ia menekankan, agar anggotanya menjalankan kegiatan yang diarahkan oleh DPP Madas Nusantara yaitu, ikut berkontribusi program sedekah seribu alquran. Program ini merupakan wujud dukungan pendidikan agama dan terciptanya generasi emas berakhlak mulia.
Sebagai alumni mahasiswa di pendidikan sosial, Heriyanto memberi masukan kepada anggota tentang organisasi, banyak para pengurus kesulitan dalam mengkoordinir anggota, hal ini disebabkan oleh sifat anggota yang sukarela saja, dengan latar belakang dan tujuan bergabung yang beragam, inilah tantangannya, sekaligus tuntutan untuk kami para pengurus tetap bertumbuh, tandasnya.
“Oleh sebab itu kita luruskan niat bergabung dalam Ormas untuk tujuan ibadah dan berkontribusi kepada masyarakat bukan hanya mencari keuntungan untuk kepentingan pribadi, serta menjalankan tugasnya masing-masing. Dengan seperti ini akan meminimalisir konflik internal,” imbuhnya.
Ustadz Heri Tamrin yang merupakan penasehat ubudiyah menyampaikan pesan kepada anggota.
“Bahwa Mukmin yang kuat, lebih dicintai oleh Allah dibandingkan Mukmin yang lemah. Artinya beliau berharap agar anggota Madas Nusantara DPK Sukmajaya lebih memperkuat kekompakan dalam hal kebaikan, memperkuat ekonomi, serta akhlak,” kata Ustadz.
“Dengan seperti ini, perkumpulan kita akan mendapatkan Ridho Allah SWT, menjadi perkumpulan Ormas yg berkontribusi baik untuk masyarakat dan negara. Dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung, ujarnya meyakinkan.
Sementara Abdul Latif selaku penasehat, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengurus dan anggota Madas Nusantara DPK Sukmajaya yang sigap dalam memberikan perhatian kepada anggota yang sakit, termasuk menangani anggota yang kesulitan dalam persyaratan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan yang diperlukan oleh pihak rumah sakit, katanya penuh haru.
Di penghujung acara, anggota Madas Nusantara merajut kebersamaan melalui tradisi makan bersama.
Makna dari makan bersama diatas daun pisang adalah menjunjung kesetaraan tidak ada perbedaan derajat,mempererat kebersamaan saling gotong royong. Dan yang paling utama solidaritas dalam kesederhanaan untuk melahirkan keharmonisan. (Bro)


+ There are no comments
Add yours