Kabupaten Bekasi — Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) kembali menjadi momentum reflektif sekaligus penguatan komitmen bersama dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas. Hal tersebut ditegaskan H. Jaya Marjaya, S.E., S.H., M.Si., selaku Wakil Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bekasi sekaligus Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, dalam pernyataannya memperingati HAKORDIA.
Menurut H. Jaya Marjaya, korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan kejahatan serius yang merusak sendi-sendi keadilan sosial, menghambat pembangunan, dan mencederai kepercayaan publik terhadap negara.
“HAKORDIA harus dimaknai bukan hanya sebagai peringatan seremonial, tetapi sebagai panggilan moral untuk meneguhkan komitmen kita bersama dalam membangun budaya jujur, transparan, dan akuntabel di setiap lini pemerintahan dan kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Sebagai Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi yang membidangi hukum, pemerintahan, dan pengawasan, H. Jaya Marjaya menegaskan bahwa penguatan fungsi pengawasan merupakan instrumen strategis dalam mencegah praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Ia menilai, penindakan hukum yang tegas harus berjalan seiring dengan upaya pencegahan yang sistematis dan berkelanjutan.
“Pencegahan adalah kunci. Integritas aparatur, transparansi anggaran, serta partisipasi masyarakat dalam pengawasan publik harus terus diperkuat. Tanpa itu, upaya pemberantasan korupsi akan selalu tertinggal satu langkah,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pendidikan antikorupsi sejak dini, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun organisasi masyarakat. Menurutnya, membangun budaya antikorupsi tidak cukup dengan regulasi, tetapi juga membutuhkan keteladanan dan kesadaran kolektif.
Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua DPC PKB Kabupaten Bekasi, H. Jaya Marjaya menyampaikan bahwa PKB berkomitmen mendorong praktik politik yang berlandaskan etika, kejujuran, dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat.
“Politik harus menjadi sarana pengabdian, bukan alat kepentingan pribadi. Nilai-nilai antikorupsi harus menjadi napas dalam setiap pengambilan kebijakan,” tuturnya.
Menutup pernyataannya, H. Jaya Marjaya mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Bekasi—pemerintah, legislatif, aparat penegak hukum, serta masyarakat sipil—untuk menjadikan HAKORDIA sebagai momentum memperkuat sinergi dalam melawan korupsi demi terwujudnya Kabupaten Bekasi yang bersih, adil, dan bermartabat.
“Melawan korupsi adalah tanggung jawab bersama. Dari Bekasi, kita bangun komitmen untuk Indonesia yang lebih jujur dan berkeadaban.”


+ There are no comments
Add yours