Gus Hasan Tegaskan Disiplin dan Konsistensi Kader sebagai Pilar Kekuatan Ansor Kabupaten Bekasi

3 min read

Bekasi — Ketua GP Ansor PCNU Kabupaten Bekasi, Hasan Basri atau Gus Hasan, menegaskan bahwa kekuatan organisasi Ansor tidak dibangun dari klaim loyalitas, tetapi dari kehadiran nyata dan konsistensi kader di setiap agenda organisasi. Penegasan itu disampaikannya dalam acara rutin bulanan Rizalul Ansor, yang digelar di Kantor PCNU Kabupaten Bekasi, Jalan Kompas, Kecamatan Tambun Selatan, Sabtu (6/12/2025) malam.

Dalam paparannya, Gus Hasan menekankan bahwa kegiatan rutin bulanan yang digelar bergilir dari kecamatan ke kecamatan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan instrumen utama konsolidasi dan penguatan struktur organisasi hingga ke tingkat akar rumput.

“Kegiatan ini adalah cara kami memastikan Ansor tetap hidup. Kami ingin menyapa kader di setiap kecamatan, menjaga ritme silaturahmi, dan menumbuhkan kembali rasa kebersamaan. Tanpa itu, organisasi akan kehilangan ruhnya,” tegas Gus Hasan.

Ia mengakui bahwa tingkat kehadiran kader dalam setiap kegiatan belum sepenuhnya merata. Namun demikian, Gus Hasan menegaskan bahwa jajaran pimpinan cabang akan tetap konsisten ‘menjemput bola’ dengan turun langsung ke wilayah, tanpa menunggu kader datang ke pusat.

“Prinsip kami jelas: kami yang menyapa, bukan hanya menunggu disapa. Jarak jauh, kesibukan, itu kami pahami. Tapi silaturahmi tidak boleh putus. Kecamatan yang belum hadir hari ini, esok tetap akan kami datangi,” ujarnya dengan nada lugas.

Lebih jauh, Gus Hasan menegaskan bahwa agenda Rizalul Ansor menjadi ruang evaluasi langsung kondisi Pimpinan Anak Cabang (PAC), sekaligus sarana membangun komunikasi organik antara kader dan struktur di atasnya.

“Lewat forum ini kami tahu betul siapa yang bergerak, siapa yang aktif, siapa yang hanya tercatat di struktur tapi tak pernah hadir. Ini penting untuk masa depan organisasi,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan di Kantor PCNU Kabupaten Bekasi kali ini bukan agenda pelantikan, melainkan bagian dari komitmen menjaga kantor PCNU sebagai pusat aktivitas dan simbol kebersamaan warga Nahdliyin.

“Kantor PCNU ini rumah besar kita. Jangan sampai hanya berdiri megah tapi kosong aktivitas. Ansor punya tanggung jawab moral untuk menghidupkannya,” ujar Gus Hasan.

Menjawab soal agenda konferensi PAC, Gus Hasan memastikan bahwa PAC yang masa kepengurusannya telah berakhir akan segera melaksanakan konferensi dalam kurun satu hingga dua bulan ke depan, sebagai bagian dari penataan organisasi yang disiplin dan tertib aturan.

Pada bagian paling tegas dari pernyataannya, Gus Hasan menekankan bahwa keaktifan kader menjadi indikator utama dalam proses kaderisasi dan pertimbangan penempatan posisi strategis di Ansor.

“Kalau ada kader ingin berproses, ingin berkembang, bahkan bercita-cita menempati posisi strategis, maka ukuran utamanya jelas: kehadiran, interaksi, dan kontribusi. Tidak mungkin kami mendorong orang yang tidak pernah terlihat di kegiatan organisasi,” tegasnya.

Ia menambahkan, kader yang konsisten hadir dan aktif akan selalu menjadi prioritas dalam pembinaan dan pengembangan potensi.

“Yang sering hadir, sering berinteraksi, terlihat niat dan potensinya, itulah yang akan kami dorong. Ansor butuh kader yang siap berkhidmat, bukan sekadar ingin jabatan,” tandasnya.

Menutup pernyataannya, Gus Hasan mengajak seluruh kader GP Ansor Kabupaten Bekasi untuk menjadikan Ansor sebagai ruang pengabdian yang menuntut disiplin, militansi, dan tanggung jawab moral.

“Semua kembali pada pilihan masing-masing. Kami sudah membuka ruang, memfasilitasi, dan bergerak. Tinggal kesungguhan kader menentukan arah dan masa depan Ansor Kabupaten Bekasi,” pungkasnya.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours