“Estafet Budaya: Komitmen Putera-puteri Batik 2023 Dalam Mengangkat Martabat Batik Karawang”

3 min read

Kabupaten Karawang – Sebagai pasangan Putera dan Puteri Batik Karawang 2023, Faisyal Fahlevi dan Aulia Rochmah kembali menegaskan komitmen mereka dalam melestarikan dan mempromosikan batik Karawang di ajang Press Conference Putera Puteri Batik 2025. Keduanya menyampaikan pandangan yang selaras: bahwa gelar yang mereka sandang adalah tanggung jawab budaya yang terus hidup, bahkan setelah masa tugas formal berakhir.

“Satu Kali Menjabat, Selamanya Menginspirasi”

Faisyal Fahlevi memulai dengan refleksi atas perjalanannya selama dua tahun mengemban amanah. Ia menjelaskan bahwa berbagai program telah mereka jalankan, mulai dari seminar ke sekolah-sekolah, kerja sama dengan desainer, hingga keikutsertaan dalam sejumlah pagelaran busana yang menampilkan motif batik Karawang.

“Saya pribadi punya slogan: satu kali menjabat, selamanya menginspirasi. Walaupun estafet jabatan nanti beralih kepada generasi berikutnya, saya tetap memiliki kewajiban moral untuk mempertahankan dan melestarikan batik Karawang. Karena kalau bukan kita, siapa lagi? Dan kalau bukan sekarang, kapan lagi?”

Faisyal juga menyampaikan rasa bangganya karena batik Karawang semakin mendapatkan panggung. Tidak hanya dipakai di sekolah dan instansi pemerintah, tetapi juga dibawa desainer dalam peragaan busana internasional.

“Alhamdulillah, batik Karawang kini sudah dibawa oleh beberapa desainer hingga ke luar negeri. Itu bukti bahwa karya lokal kita punya peluang besar untuk mendunia.”

Aulia Rochmah: Pelestarian Budaya Adalah Tanggung Jawab Bersama

Melengkapi pernyataan tersebut, Aulia Rochmah menegaskan bahwa peran Puteri Batik bukan sekadar tampil, tetapi menjadi jembatan agar batik Karawang lebih dicintai oleh masyarakat luas, terutama generasi muda.

“Sekali diberi amanah, maka selamanya harus mampu menginspirasi. Bagi saya, menjaga batik Karawang adalah tugas berkelanjutan. Gelar ini bukan hanya tentang keindahan busana, tetapi bagaimana kita membawa nilai, identitas, dan kebanggaan daerah.”

Aulia juga mengingat kembali momen istimewa pada tahun 2023 ketika Ibu Haji Celika menggelar sebuah event internasional yang mengundang sejumlah negara Asia, di mana batik Karawang tampil sebagai primadona.

“Itu menjadi bukti bahwa batik Karawang memiliki daya tarik global. Tugas kita adalah memastikan momentum ini tidak berhenti, tetapi terus tumbuh dengan inovasi.”

Visi Bersama: Menjadikan Batik Karawang Lebih Dekat dengan Kehidupan Sehari-Hari

Baik Faisyal maupun Aulia sepakat bahwa pelestarian batik tidak boleh hanya bertumpu pada busana formal. Batik harus hadir dalam kehidupan sehari-hari agar lebih relevan bagi masyarakat masa kini.

“Kami ingin batik Karawang hadir dalam bentuk yang lebih dekat dengan kehidupan—entah itu aksesori, selendang, sampul buku, atau produk kreatif lainnya. Yang penting, batik menjadi bagian dari keseharian masyarakat,” ujar keduanya.

Penutup: Estafet yang Harus Terus Berjalan

Sebagai penutup, Faisyal dan Aulia menyampaikan harapan agar para finalis Putera Puteri Batik 2025 mampu melanjutkan estafet perjuangan mereka dengan semangat yang sama: semangat mencintai budaya lokal, mengembangkan kreativitas, dan membawa nama baik Karawang ke tingkat yang lebih tinggi.

“Kami percaya, generasi berikutnya akan mampu membawa batik Karawang semakin bersinar. Dan kami akan terus mendukung, karena pengabdian budaya tidak pernah berakhir.”

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours