FORTAL Soroti Serius Peredaran Obat Terlarang di Kavling Jati & Aksi Teror ke Ketum GANAS: Kang Edo Desak Aparat Bertindak Tegas

3 min read

Bekasi – Peredaran obat terlarang golongan G di Kampung Jati dan Kampung Kavling, Desa Cikarang Kota, kembali menjadi sorotan tajam setelah aktivitas transaksi ilegal kembali muncul hanya dua hari pasca operasi penindakan gabungan. Operasi sebelumnya melibatkan LSM GANAS, Polsek Cikarang Utara, dan Polres Metro Bekasi.

Namun perhatian publik semakin mengerucut pada pernyataan tegas Kang Edo, Ketua Umum FORTAL (Forum Masyarakat Anti Obat Terlarang), yang menilai situasi ini sebagai bukti lemahnya pengawasan sekaligus indikasi bahwa jaringan pengedar masih beroperasi bebas.

“Sudah Tiga Kali Ketahuan di Video. Ini Harus Jadi Atensi Serius!” – Kang Edo

Dalam keterangannya, Kang Edo mengaku sangat menyayangkan tindakan intimidatif yang dialami Brian Shakti, Ketua Umum LSM GANAS, pada Sabtu (15/11/2025) dini hari. Enam orang tak dikenal dengan tiga motor diduga membawa senjata tajam dan melakukan aksi teror di depan rumah Brian. Kejadian itu disaksikan warga sekitar.

Namun bagi Kang Edo, inti persoalan bukan hanya intimidasi tersebut, melainkan fakta bahwa peredaran obat di Kavling Jati terus berulang meskipun sudah dilakukan penindakan.

“Saya sangat menyayangkan kejadian teror ke rumah Ketua Umum Brian Shakti. Tetapi yang lebih memprihatinkan adalah rekaman video aktivitas transaksi obat terlarang yang terus muncul. Sudah tiga kali—terakhir tanggal 14 jam 21.00—masih terlihat jelas transaksi di Kavling Jati,” tegas Kang Edo.

Ia menambahkan bahwa bukti-bukti video tersebut cukup untuk menjadi dasar tindakan aparat kepolisian.

“Ini seharusnya menjadi atensi serius pihak Polsek maupun Polres. Peredaran obat di sana terlalu bebas. Tidak bisa dibiarkan. Aparat harus segera bertindak tegas agar tidak ada lagi ruang bagi para pengedar ini,” lanjutnya.

FORTAL Siap Kawal Kasus

Kang Edo menegaskan bahwa FORTAL tidak akan tinggal diam dan siap mengawal kasus ini hingga tuntas. Ia menyebut bahwa keberanian LSM dan masyarakat dalam melapor seharusnya mendapatkan dukungan penuh dari aparat, bukan justru berujung pada intimidasi.

“Keberadaan video-video ini menunjukkan bahwa masyarakat dan aktivis sudah bekerja. Tinggal bagaimana aparat merespons dengan tindakan nyata. Jangan sampai ada kesan pembiaran,” ujar Edo.

Kritik untuk Respons Setempat

Dalam kesempatan yang sama, Edo juga menyoroti lemahnya respons perangkat lingkungan. Brian Shakti sendiri mengeluhkan sikap Ketua RT Haryadin yang justru pergi memancing setelah mengetahui adanya dugaan teror di wilayahnya.

Sementara itu, Sekdes Karangraharja Abidin bersama Angga dan Aiptu Yanto (Bimaspol Desa Karang Raharja) telah datang langsung ke lokasi kejadian untuk melihat kondisi setelah mendapatkan laporan dari Brian.

Aparat Berjanji Tindaklanjuti

Kapolsek Cikarang Utara Kompol Trisno berjanji akan menindaklanjuti laporan tersebut, menegaskan bahwa pihaknya telah mengarahkan personel untuk melakukan patroli dan pengamanan lanjutan.

Namun FORTAL menekankan bahwa masyarakat tidak hanya butuh respons cepat—tetapi juga tindakan yang benar-benar mampu memutus mata rantai peredaran obat terlarang di wilayah tersebut.

“Ini bukan sekadar patroli sesaat. Ini soal menyelamatkan generasi muda. Kami meminta Polsek dan Polres turun langsung dengan langkah yang konkret dan menyeluruh,” tutup Kang Edo.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours