Bekasi — Di tengah peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN), sosok Gus Hasan kembali memperlihatkan keteladanan sebagai wakil rakyat yang tidak hanya berbicara tentang kepedulian, tetapi benar-benar menghadirkannya dalam tindakan nyata. Bagi masyarakat Kabupaten Bekasi, Gus Hasan bukan sekadar anggota dewan — beliau telah menjadi keluarga besar yang selalu hadir dalam suka maupun duka warganya.
Hal itu tampak jelas ketika Gus Hasan menjenguk Kepala Desa Cijengkol, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, yang tengah menjalani perawatan pasca operasi di RS Uni Medika Lubang Buaya, Setu. Kehadiran beliau di rumah sakit bukanlah formalitas, melainkan bentuk empati tulus dan penghargaan kepada para pemimpin desa yang telah mengabdikan diri untuk kemajuan wilayahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Hasan menyampaikan doa dan dukungan moral agar Kepala Desa Cijengkol segera pulih dan kembali beraktivitas melayani masyarakat. Ia menegaskan bahwa perhatian terhadap kondisi kesehatan para tokoh masyarakat, terutama pemimpin desa, harus menjadi bagian dari semangat gotong royong dan solidaritas sosial di Kabupaten Bekasi.
“Hari Kesehatan Nasional mengingatkan kita bahwa sehat itu bukan hanya urusan diri sendiri, tapi tanggung jawab bersama. Menjenguk, mendoakan, dan hadir untuk sesama adalah wujud nyata dari empati itu sendiri. Karena masyarakat sehat adalah fondasi bangsa yang kuat,” ungkap Gus Hasan dengan penuh kehangatan.
Ia menambahkan, ucapan kepedulian tanpa tindakan nyata tidak akan memberi arti apa-apa. Karena itu, ia berkomitmen untuk selalu membuktikan rasa empati melalui perbuatan langsung, baik kepada masyarakat umum maupun kepada para tokoh desa yang telah berjasa dalam membangun daerah.
Sikap konsisten Gus Hasan yang senantiasa hadir bagi masyarakat membuatnya dikenal bukan hanya sebagai wakil rakyat yang aspiratif, tetapi juga sebagai saudara dan keluarga yang peduli. Kehadiran beliau di tengah masyarakat menjadi inspirasi bahwa politik kemanusiaan harus diwujudkan dalam tindakan yang mengutamakan empati, bukan sekadar retorika.
“Ucapan bisa hilang, tapi kepedulian yang diwujudkan dalam tindakan akan selalu dikenang. Itulah makna sejati Hari Kesehatan Nasional,” pungkasnya.
Melalui keteladanan seperti ini, Gus Hasan membuktikan bahwa pengabdian seorang wakil rakyat tidak berhenti di meja rapat, tetapi hidup di tengah masyarakat — menyapa, menolong, dan merasakan langsung denyut kehidupan rakyatnya.


+ There are no comments
Add yours