Jakarta — Organisasi Tani Merdeka Indonesia secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada dua tokoh bangsa, Presiden ke-2 RI H. M. Soeharto dan Presiden ke-4 RI KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Dukungan ini disampaikan sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengabdian keduanya dalam membangun bangsa di bidang yang berbeda, namun sama-sama memiliki dampak besar bagi rakyat Indonesia.
Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia menegaskan, kedua tokoh tersebut telah memberikan warisan yang berharga bagi perjalanan bangsa. Soeharto dinilai berhasil menciptakan stabilitas politik dan ekonomi yang kuat selama masa pemerintahannya, sementara Gus Dur dikenal sebagai simbol pluralisme, toleransi, dan demokrasi pascareformasi.
> “Kami menilai keduanya adalah putra terbaik bangsa yang berjasa besar dalam meletakkan fondasi pembangunan dan memperkuat jati diri kebangsaan. Sudah sepantasnya negara memberikan penghormatan tertinggi kepada mereka sebagai Pahlawan Nasional,” ujar perwakilan Tani Merdeka Indonesia dalam pernyataan resminya, Sabtu (8/11/2025).
Menurut organisasi tersebut, jasa Soeharto terhadap sektor pertanian sangat nyata. Di bawah kepemimpinannya, Indonesia pernah mencapai swasembada beras tahun 1984 dan mendapatkan penghargaan dari FAO (Food and Agriculture Organization). Pencapaian tersebut menjadi kebanggaan nasional dan bukti nyata keberhasilan kebijakan pembangunan di bidang pangan.
Sementara itu, Gus Dur disebut sebagai tokoh pemersatu bangsa yang berani menegakkan nilai-nilai kemanusiaan, kebebasan berpendapat, dan penghormatan terhadap keberagaman. Ia juga dikenal sebagai Presiden yang membuka ruang dialog lintas agama serta memperjuangkan kesetaraan hak warga negara tanpa diskriminasi.
> “Pak Harto adalah bapak pembangunan yang memberi pondasi ekonomi bagi petani dan rakyat kecil. Sedangkan Gus Dur adalah bapak kemanusiaan yang menanamkan nilai-nilai keadilan sosial dan kebangsaan yang sesungguhnya. Keduanya memiliki jasa besar yang layak dikenang sepanjang masa,” tegas Tani Merdeka Indonesia.
Dukungan Tani Merdeka Indonesia ini juga sejalan dengan sejumlah pandangan tokoh politik dan masyarakat yang belakangan menyerukan hal serupa. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono, misalnya, menyebut bahwa Soeharto dan Gus Dur merupakan sosok pemimpin yang berjasa besar terhadap negara dan pantas mendapatkan pengakuan sebagai Pahlawan Nasional.
Presiden Joko Widodo pun menanggapi dengan bijak. Menurutnya, setiap pemimpin memiliki jasa dan kontribusi bagi bangsa, dan proses pemberian gelar pahlawan harus tetap mengikuti mekanisme resmi yang berlaku melalui Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.
> “Semua tokoh besar punya jasa bagi bangsa ini. Kita hormati setiap proses yang berjalan, karena ada mekanisme dan kajian khusus untuk penetapan gelar Pahlawan Nasional,” ujar Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.
Bagi Tani Merdeka Indonesia, pengusulan ini bukan sekadar bentuk penghargaan simbolis, tetapi juga pengingat bagi generasi penerus agar menghargai perjuangan para pemimpin terdahulu.
> “Kami berharap langkah ini dapat menumbuhkan semangat nasionalisme dan menginspirasi generasi muda untuk terus bekerja, berjuang, dan berbakti kepada bangsa — sebagaimana yang telah ditunjukkan Soeharto dan Gus Dur dalam masa pengabdiannya,” tutup pernyataan resmi Tani Merdeka Indonesia.
Dengan dukungan dari berbagai elemen masyarakat, usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto dan Gus Dur menjadi momentum penting untuk menyatukan semangat kebangsaan di tengah dinamika perbedaan. Dua sosok dengan latar belakang dan gaya kepemimpinan berbeda itu kini dipandang sebagai simbol keseimbangan antara pembangunan dan kemanusiaan — dua nilai luhur yang menjadi fondasi Indonesia modern.


+ There are no comments
Add yours