Bekasi, Sabtu (8/11/2025) — Dalam upaya memperkuat ketahanan keluarga dan membangun generasi muda yang sehat dan berkualitas, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN) bersama Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Putih Sari, menggelar Sosialisasi Fasilitasi Teknis Program Bangga Kencana di Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ida Wahyuniati, perwakilan dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI (Pusat), Roy Primera dari BKKBN Jawa Barat, serta unsur Dinas OPD KB Kabupaten Bekasi. Hadir pula Darissalam, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, yang menyatakan dukungan dan komitmennya untuk terus mengawal berjalannya program Bangga Kencana di wilayahnya.
Dalam penyampaiannya, Roy Primera menekankan pentingnya pemenuhan gizi anak sejak dini sebagai langkah utama menuju generasi emas Indonesia. Ia mengingatkan agar para orang tua mengutamakan kebutuhan gizi anak—seperti protein, vitamin, mineral, dan zat penting lainnya—dibandingkan pengeluaran yang tidak produktif.
“Jangan sampai uang rumah tangga lebih banyak untuk membeli rokok, sementara kebutuhan gizi anak terabaikan,” tegas Roy di hadapan warga peserta sosialisasi.
Selain gizi, Roy menyoroti meningkatnya kasus diabetes pada anak-anak akibat kebiasaan mengonsumsi minuman kemasan manis yang kandungannya tidak jelas. Ia mengimbau orang tua agar tidak membiasakan anak mengonsumsi produk seperti itu sejak dini, karena berisiko terhadap kesehatan jangka panjang.
Roy juga menekankan pentingnya perilaku hidup bersih, seperti mencuci tangan dengan sabun setelah bermain, guna mencegah penyakit akibat kurangnya sanitasi.
Dalam kesempatan yang sama, ia memperkenalkan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), yang bertujuan mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dan pembentukan karakter keluarga.
“Peran ayah sangat penting. Ayah bukan hanya pencari nafkah, tetapi juga panutan dan pendengar bagi anak-anaknya. Anak yang mendapat perhatian dan teladan baik dari ayahnya cenderung tumbuh lebih percaya diri dan berakhlak baik,” ujarnya.
Roy juga menambahkan bahwa kurangnya komunikasi dan perhatian dari orang tua, terutama ayah, bisa membuat anak mencari perhatian di luar rumah. Kondisi ini, menurutnya, dapat menjadikan anak lebih rentan terhadap pengaruh negatif lingkungan.
“Kalau anak merasa diperhatikan dan dicintai di rumah, mereka tidak akan mudah terpengaruh oleh hal-hal yang bisa merusak masa depannya,” tutup Roy.
Sosialisasi ini menjadi bagian dari komitmen bersama antara BKKBN dan mitra kerja Wakil Ketua Komisi IX DPR RI untuk mewujudkan keluarga Indonesia yang sehat, bahagia, dan berketahanan, sejalan dengan semangat Bangga Kencana — Membangun Keluarga, Menyiapkan Generasi Emas Indonesia.


+ There are no comments
Add yours