Kota Tasik, SWARA JABAR – Geliat kontestasi Pilkada 2024 akan memasuki babak pertarungan diantara para bakal calon kepala daerah, baik partai dan tim relawan telah turun sosialisasi ke masyarakat, walaupun KPU daerah belum mengumumkan dan menetapkan nomor urut para Paslon. Begitupun yang dilakukan oleh Partai PKS Kota Tasikmalaya, bertempat di Gedung Ibdurrohman Hall Center, Leuwidahu Kota Tasikmalaya. Para kader PKS se-Kota Tasikmalaya melaksanakan konsolidasi partai untuk memenangkan pasangan Ivan – Dede sebagai walikota dan wakil walikota Tasikmalaya pada Pilkada mendatang, juga memenangkan pasangan ASIH Ahmad Syaikhu – Ilham Habibie sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat, Minggu (8/9).
Konsolidasi yang diikuti oleh 500 kader partai mulai dari tingkat DPRa, DPC dan DPD Kota ini untuk menunjukkan bahwa PKS telah siap untuk memenangkan kedua Paslon baik di Pilkada walikota juga Pilkada gubernur Jawa Barat. Pada acara konsolidasi itu disampaikan para Kader harus optimis bahwa kedua pasangan ini siap menang.
Saat dimintakan pernyataannya, Enjang Ruhiyat S.Hut. yang menjabat sebagai Ketua Satgas PKS Kota Tasikmalaya mengatakan, “Dari hari ini harus sudah bergerak untuk door to door mengajak masyarakat memilih pasangan yang di usung oleh PKS. Karena kami yakin pasangan ini menjadi yang terbaik untuk membangun Kota Tasikmalaya dan juga yang terbaik untuk membangun Jawa Barat.”

Enjang yang memiliki tanggung jawab berat sebagai Satgas pemenangan paslon Ivan – Dede pada Pilkada Kota Tasikmalaya 2024-2029, menambahkan terkait kondisi masyarakat yang pragmatis, menurutnya masyarakat harus disadarkan bahwa pragmatis itu tidak akan menguntungkan bagi pemerintahan jika terus menerus dilakukan, begitu juga akan berdampak bagaimana pembangunan di Kota Tasikmalaya nantinya.
“Walaupun masyarakat saat ini dalam kondisi yang sangat berat secara ekonomi, ya mereka juga mungkin berpikir hari ini ya kita maklumi seperti itu dan coba kita sadarkan dalam pendidikan politik karena kita kan berpikir jangka panjang,” ungkapnya.
Hadir dalam acara konsolidasi tersebut pasangan calon walikota dan wakil walikota Tasikmalaya yaitu Ivan Diksan dan Dede Muharam yang memberikan orasi politiknya kepada pengurus DPD PKS beserta semua jajaran pengurus DPC dan DPRa, Ivan menyampaikan ucapan terima kasih kepada pengurus DPD PKS Kota Tasikmalaya dalam rangka konsolidasi pemenangan yang bertujuan membangun kekompakan.
Pada kesempatan itu Ivan pun menyampaikan, “Kami sudah memanaskan mesin dan sudah ada ikrar tadi, yang insya Allah harus saya laksanakan betul. Bahwa kader kader PKS ini solid terhadap kebijakan dari partainya, dari pemimpinnya dan saya yakin itu akan dilaksanakan secara sungguh sungguh dengan sepenuh hati, dengan ikhlas, sukarela demi memenangkan. Kami memaksimalkan kegiatan untuk sosialisasi di masyarakat, menyapa, Alhamdulillah kami ini banyak dapat undangan silaturahmi. Maka kami akan maksimalkan untuk bisa menghadiri sehingga semakin banyak yang mengenal kami dan pada akhirnya memilih kami,” ujarnya.

Ivan pun menjelaskan akan berbagi tugas dengan Dede Muharam pasangannya, karena Kota Tasik ini sangat luas. Ia mengibaratkan momen ini dalam pertandingan sepakbola yang belum di mulai, artinya belum ada aturan sehingga kegiatan ini bisa dimanfaatkan dan di optimalkan untuk bertemu dengan masyarakat Kota Tasikmalaya.
“Kami akan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, diantaranya cukup dengan KTP tanpa perlu lagi SKTM. Harapan kami semua gerak pembangunan ini bisa terasa di seluruh kota Tasikmalaya. Tentunya dengan pengalaman kami di legislatif dan eksekutif kami akan realisasikan dan tunaikan janji-janji politik,” pungkasnya.
Sebagai informasi pasangan Ivan – Dede yang mengusung visi dan misi diantaranya yaitu:
Pertama akan menganggarkan bantuan sebesar 50 juta setiap RW yang akan dikelola oleh RW, RT, Kader Posyandu, Kader Karang Taruna dan DKM sehingga mereka mengelola dana bantuan ini secara mandiri melalui kelompok masyarakat. Anggaran dana ini dapat diambil dari dana kelurahan dan secara teknis bersama kelurahan dengan tridaya, 60% Fisik, 20% pemberdayaan dan 20% ekonomi.
Kedua, untuk kesehatan, warga cukup menggunakan KTP tanpa harus mengurus surat keterangan tidak mampu (SKTM). Bisa di cover untuk layanan kesehatan, terkecuali untuk kelas 1 dan kelas 2.
Liputan: Redi
Editor: Redaksi


+ There are no comments
Add yours