Polsek Cikarang Pusat dan PCNU Jalin Sinergi Harmonis di Hari Santri Nasional 2025

3 min read

Polisi dan Ulama Bersatu Menjaga Kedamaian, Menebar Nilai Kebangsaan

Bekasi, 22 Oktober 2025 — Dalam semangat memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2025, jajaran Polsek Cikarang Pusat melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor PCNU Kabupaten Bekasi di Kompleks Perkantoran Pemda Kabupaten Bekasi, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat.

Kegiatan ini bukan sekadar bentuk ucapan selamat, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan antara kepolisian dan Nahdlatul Ulama (NU) dalam menjaga ketertiban, kedamaian, serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan di tengah masyarakat.

Dipimpin oleh Kapolsek Cikarang Pusat AKP Elia Umboh, S.H., M.H., jajaran Polsek disambut hangat oleh perwakilan pengurus PCNU Cikarang Pusat, Sdr. Choiludin, beserta pengurus lainnya dalam suasana penuh kekeluargaan.

Polisi dan Santri: Dua Kekuatan Moral Bangsa

Dalam sambutannya, Kapolsek Cikarang Pusat AKP Elia Umboh menyampaikan ucapan selamat dan penghargaan kepada seluruh santri, ulama, dan keluarga besar Nahdlatul Ulama yang selama ini menjadi mitra strategis kepolisian.

> “Santri dan polisi memiliki peran yang sama mulia: menjaga ketertiban dan moralitas bangsa. Kalau santri menjaga akhlak dan keutuhan nilai keagamaan, maka polisi menjaga keamanan dan ketertiban sosial. Dua hal ini saling melengkapi dalam membangun bangsa yang beradab,” ujar AKP Elia Umboh.

Kegiatan silaturahmi tersebut menjadi momentum penting untuk meneguhkan sinergi antara spiritualitas dan profesionalitas, antara nilai keagamaan yang ditanamkan oleh NU dan nilai pengabdian yang dijunjung tinggi oleh Polri.

Dialog Kamtibmas: Menyatukan Visi Umat dan Keamanan

Dalam suasana akrab, Polsek dan pengurus PCNU berdialog mengenai peran santri dan pesantren dalam menjaga kondusivitas wilayah di tengah tantangan sosial modern.
Baik kepolisian maupun NU bersepakat bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga buah dari kesadaran sosial dan moral masyarakat yang kuat.

> “Santri adalah mitra strategis Polri dalam membangun peradaban yang damai dan berkarakter. Dari pesantren lahir generasi yang mencintai tanah air, menolak kekerasan, dan menjadi teladan toleransi,” lanjut Kapolsek.

Sebagai wujud kebersamaan, Kapolsek menyerahkan simbolis kue Hari Santri kepada perwakilan PCNU, diiringi doa bersama untuk keselamatan bangsa. Momen tersebut menggambarkan eratnya hubungan antara aparat keamanan dan tokoh agama dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.

Menebar Kedamaian dari Cikarang Pusat

Kegiatan diakhiri dengan foto bersama dan ramah tamah, menandai kesepahaman antara kepolisian dan Nahdlatul Ulama untuk terus memperkuat kolaborasi sosial keagamaan di wilayah Kabupaten Bekasi.

Pihak Polsek berharap sinergi seperti ini dapat terus berjalan, terutama dalam menghadapi berbagai dinamika masyarakat yang membutuhkan pendekatan persuasif, edukatif, dan penuh empati.

> “Kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan para ulama dan santri. Sebab menjaga keamanan bukan sekadar tugas, tetapi ibadah sosial yang menuntut hati yang bersih dan niat yang tulus,” ucap Kapolsek dengan penuh kehangatan.

Pesan Kebangsaan

Momentum Hari Santri Nasional menjadi ruang refleksi bersama bahwa NU dan Polri adalah dua tiang utama dalam menjaga keutuhan bangsa — satu menegakkan nilai moral dan spiritual, yang lain menjaga keamanan dan ketertiban sosial.

Keduanya berpadu dalam satu semangat: menjaga Indonesia tetap damai, berkarakter, dan berdaulat berdasarkan nilai-nilai Pancasila.

> “Sinergi Polri dan NU adalah wujud nyata cinta tanah air. Santri dan polisi sama-sama berjuang untuk menjaga Indonesia tetap aman, damai, dan bermartabat,” tutup Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Mustofa, S.I.K., M.H.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours