Bekasi, 24 September 2025 —
Ketua Umum LSM DPP SNIPER, Gunawan atau akrab disapa Mbah Goen, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masa depan Kabupaten Bekasi. Dengan suara lantang, ia menyoroti masih minimnya penerimaan dari Pajak Air Tanah (PAT), yang seharusnya bisa menjadi sumber besar Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk membiayai pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Mbah Goen, kondisi ini terjadi bukan karena Bekasi miskin potensi. Sebaliknya, Bekasi memiliki kawasan industri besar, ratusan pelaku usaha manufaktur, hingga ribuan unit bisnis perdagangan seperti ruko, mal, minimarket, dan berbagai jenis usaha lain yang jelas menggunakan air tanah.
“Masa sih dengan potensi sebesar ini PAD dari pajak air tanah masih kecil? Masalahnya bukan di potensi, tapi di pengawasan. Oknum ASN di DLH yang tidak bekerja dengan benar justru menjadi penghambat. Kalau dibiarkan, PAD bocor, pembangunan terganggu, rakyat yang rugi,” tegasnya.
Data mencatat, hingga kini jumlah Wajib Pajak (WP) Air Tanah di Kabupaten Bekasi hanya 167 WP, angka yang sangat tidak sebanding dengan masifnya aktivitas usaha.
Mbah Goen menilai, lemahnya pengawasan dan indikasi praktik “ATM berjalan” di lapangan merusak semangat kepemimpinan Bupati H. Ade Kuswara Kunang dan Wakil Bupati H. Asep Supria Atmadja, yang telah bekerja keras mewujudkan visi “Bangkit, Maju, Sejahtera”.
“Saya ini sayang dengan Bekasi. Jangan sampai kecemerlangan kepemimpinan Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati yang punya visi besar untuk membangkitkan dan mensejahterakan masyarakat dirusak oleh oknum-oknum ASN yang tidak profesional. Kalau tidak bisa kerja, ya harus dievaluasi, jangan jadi beban,” ungkap Mbah Goen.
Ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikannya bukan untuk menjatuhkan, melainkan bentuk kasih sayang terhadap Kabupaten Bekasi, pemerintahannya, dan seluruh masyarakatnya. Baginya, membangun Bekasi butuh kolaborasi: pemimpin yang visioner, aparatur yang bersih, serta rakyat yang ikut mengawasi.
“Bekasi punya peluang jadi daerah maju dan sejahtera. Tapi good governance itu tidak cukup hanya dengan visi pemimpin, harus didukung aparaturnya. Jangan sampai visi ‘Bangkit, Maju, Sejahtera’ hanya jadi slogan, tanpa hasil nyata bagi rakyat,” pungkasnya.
Pernyataan Mbah Goen ini menjadi cermin kecintaan seorang tokoh masyarakat terhadap daerahnya: menyemangati kepemimpinan yang baik, sekaligus memperingatkan agar potensi besar Kabupaten Bekasi tidak dirusak oleh segelintir oknum di birokrasi.


+ There are no comments
Add yours