Pengusaha Konstruksi Nilai Aspal Campuran Plastik “ASLI CANTIK” Buka Peluang Baru Efisiensi Proyek Jalan di Bekasi

2 min read

BEKASI – Dunia konstruksi di Kabupaten Bekasi kini memiliki harapan baru dengan hadirnya inovasi ASLI CANTIK (Aspal Campuran Plastik). Teknologi yang memanfaatkan limbah plastik sebagai campuran aspal ini resmi diperkenalkan pada peresmian Jalan Exit Tol Gabus, Kamis (28/8/2025).

Pengusaha konstruksi lokal, H. Sarjan, menilai inovasi ini bisa membawa perubahan besar dalam iklim usaha infrastruktur. Dengan biaya pembangunan yang lebih murah hingga 50 persen dibandingkan aspal konvensional, pengusaha bisa lebih leluasa mengerjakan proyek tanpa mengorbankan kualitas jalan.

> “Bagi kami para pelaku usaha, ini adalah peluang yang sangat baik. Bayangkan, dengan biaya yang lebih hemat tapi kualitas tetap sama, proyek bisa dijalankan lebih banyak dan lebih luas. Artinya ada ruang lebih besar untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah,” kata H. Sarjan.

Menurutnya, keunggulan ini bukan hanya soal efisiensi anggaran pemerintah, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kontraktor. Semakin banyak proyek jalan yang bisa dikerjakan, semakin besar pula peluang usaha yang terbuka di sektor jasa konstruksi.

Selain itu, penggunaan aspal campuran plastik juga sejalan dengan tren bisnis hijau (green business) yang mulai banyak didorong di sektor konstruksi. Pemanfaatan limbah plastik dianggap sebagai langkah strategis yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga memiliki nilai tambah dari sisi keberlanjutan.

Meski demikian, H. Sarjan mengingatkan adanya tantangan teknis, khususnya sifat material yang cepat mengeras. Hal ini menuntut kontraktor untuk lebih disiplin dalam manajemen waktu dan koordinasi logistik.

> “Tantangannya adalah waktu pengerjaan yang harus lebih cepat, apalagi kalau jarak pengolahan material dengan lokasi proyek cukup jauh. Tapi kalau dikelola dengan baik, ini bisa jadi solusi masa depan,” tambahnya.

Hadirnya ASLI CANTIK di Kabupaten Bekasi menunjukkan bahwa inovasi ramah lingkungan dapat sejalan dengan kepentingan dunia usaha. Para kontraktor tidak hanya mendapatkan efisiensi biaya, tetapi juga ikut berperan dalam mengurangi limbah plastik sekaligus membangun infrastruktur yang lebih berkelanjutan.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours