Depok, SWARAJABAR.ID – Tomy Wibawa Mukti Sitorus di tetapkan sebagai Ketua KNPI Kota Depok secara aklamasi setelah sempat diwarnai dinamika internal pada Musyawarah Daerah (Musda) ke-X Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Depok .
Acara yang berlangsung di Balai Rakyat Depok II Jalan Merdeka Raya, Kecamatan Sukmajaya, Selasa (19/8/2025) dihadiri oleh sejumlah organisasi kepemudaan (OKP) dan pengurus kecamatan (PK), yang kemudian memberikan dukungan bulat kepada Tomy.
Usai proses pemilihan, Tomy menegaskan bahwa dirinya terpilih merupakan hasil dari proses konsolidasi yang matang bersama seluruh OKP dan PK yang tergabung dalam struktur KNPI Kota Depok,kata Tomy kepada awak media.
“Mungkin ini menjadi momentum bagi seluruh anak muda, bahwa meraih kepemimpinan itu kadang-kadang tidak harus menggunakan money politic yang ekstrim, seperti yang sering terjadi di beberapa daerah lain,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa proses pemilihannya bebas dari praktik transaksional. Hal ini menurutnya penting untuk membangun kepercayaan di kalangan pemuda terhadap proses demokrasi di tubuh organisasi kepemudaan.
Dalam visi awalnya, Tomy menggarisbawahi bahwa salah satu persoalan mendasar yang dihadapi pemuda di Depok saat ini adalah tingkat pengangguran. Berdasarkan data yang ia kutip, dari total sekitar 70 ribu pengangguran di Kota Depok, 25 hingga 30 persen di antaranya adalah anak muda.
“Ke depan, KNPI Kota Depok harus menjadi pelopor dalam menciptakan lembaga pelatihan kerja yang bisa menjawab tantangan pasar. Anak-anak muda kita harus bisa dilatih, dibina, dan didistribusikan ke dunia kerja sesuai dengan kompetensi mereka,” tandas Tomy.
Ia menilai ketidaksesuaian antara kompetensi pemuda dan kebutuhan industri menjadi faktor utama tingginya pengangguran, bukan semata-mata karena pemuda tidak memiliki kemampuan.
Tomy, yang juga pernah aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), menyatakan komitmennya untuk menjadikan KNPI sebagai mitra strategis Pemerintah Kota Depok dalam mendorong program-program kepemudaan.
“Kita ingin memastikan bahwa Peraturan Wali Kota (Perwal) yang mengatur soal kepemudaan bisa menjadi rujukan yang konkret. Harapan anak muda harus tertuang dalam regulasi yang jelas,” harap Tomy.
Lebih lanjut, ia menandaskankan pentingnya pendekatan persuasif kepada pemerintah agar berbagai inisiatif pemuda bisa terakomodasi dalam kebijakan publik.
“Tentu kita harus melakukan pendekatan yang baik dan strategis agar langkah-langkah perubahan ini bisa kita optimalkan bersama,” pungkasnya.
Dalam waktu dekat Tomy akan membentuk susunan pengurus ,yang saat ini sudah masuk 30 OKP dan 6 PK untuk melaksanakan rapat kerja sebagai program pertama.
Musda ke-X KNPI Kota Depok yang sempat diwarnai kisruh internal,Tomy mengapresiasi pihak kepolisian yang berkolaborasi dengan DPD KNPI yang bekerja secara transparan dan akuntabel, hari ini terbukti Musda KNPI Kota Depok hanya terlaksana dalam beberapa waktu,tutup Tomy.
Musda ditutup dengan semangat rekonsiliasi dan pembaruan diharapkan menjadi babak baru bagi organisasi ini dalam menjawab berbagai tantangan pemuda Depok ke depan. (Bro)

