KARAWANG – Tindakan santun tapi tegas diperlihatkan oleh Haji Dedi Iskandar, tokoh masyarakat Karawang yang selama ini dikenal bijaksana dan berkomitmen terhadap ketertiban umum. Insiden terjadi saat belasan kendaraan tim sales sebuah perusahaan rokok nasional secara sepihak memarkir mobil di atas lahan pribadinya yang terletak di sekitar Kantor DPC Partai Gerindra Kabupaten Karawang.
Sekitar 15 unit kendaraan diketahui memanfaatkan lahan tersebut sebagai tempat parkir tanpa izin, menyebabkan kemacetan dan keresahan warga sekitar. Dedi Iskandar yang menerima laporan dari masyarakat, langsung turun ke lokasi dan mengusir para sopir secara tegas.
> “Saya ini bukan penegak hukum, bukan pula pengacara. Tapi sebagai warga negara yang paham hak dan aturan dasar, saya tahu bahwa memasuki dan menggunakan lahan orang lain tanpa izin itu melanggar hukum. Kita harus sama-sama jaga aturan,” ucap Dedi saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat (1/8/2025).
—
📜 Dedi: “Saya Mengerti Dasarnya, dan Ini Jelas Salah”
Dedi Iskandar menyatakan bahwa meskipun dirinya bukan ahli hukum, ia memahami bahwa ada konsekuensi pidana bagi setiap tindakan yang melanggar hak kepemilikan seseorang.
> “Saya tahu ada Pasal 167 KUHP tentang memasuki pekarangan tanpa izin. Juga Pasal 406 KUHP soal penggunaan atau perusakan barang milik orang lain. Bukan harus sarjana hukum dulu untuk mengerti itu. Kita ini warga negara yang harus sadar hukum,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dedi menyebut bahwa tindakan seperti ini jika dibiarkan dapat menjadi kebiasaan buruk yang mengancam ketertiban lingkungan dan melemahkan penghormatan terhadap hak orang lain.
—
👥 Warga Beri Dukungan atas Ketegasan Dedi Iskandar
Aksi Dedi Iskandar mendapat dukungan luas dari masyarakat sekitar. Banyak warga menyatakan bahwa tindakan parkir liar oleh pihak sales rokok tersebut tidak hanya melanggar hukum, tapi juga mencederai nilai-nilai etika bermasyarakat.
> “Kami salut Pak Haji langsung turun, tapi tetap santun menyampaikan keberatannya. Tidak main tangan, tapi tetap tegas. Ini contoh yang harus ditiru,” ujar seorang warga.
—
🛑 Desakan kepada Aparat: Jangan Diam
Masyarakat kini mendesak pemerintah daerah, Satpol PP, dan kepolisian untuk menindaklanjuti peristiwa ini secara hukum. Menurut mereka, ketegasan hukum harus ditegakkan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Dedi pun menyampaikan seruan agar kejadian ini dijadikan bahan evaluasi oleh pihak perusahaan, sekaligus mengajak semua pihak untuk lebih menghormati hak-hak warga.
> “Saya tidak dendam, tapi jangan anggap remeh hak milik orang. Kalau perusahaan besar saja tak bisa menghormati hukum, bagaimana masyarakat kecil mau percaya pada keadilan?”
—
📌 Keteladanan dari Tokoh Daerah
Sikap Dedi Iskandar mencerminkan sosok pemimpin lokal yang peka, peduli, dan tetap berpijak pada norma hukum serta etika. Ia bukan hanya menjaga lahannya, tetapi juga menunjukkan bahwa ketertiban lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
Dalam era di mana banyak pelanggaran dibiarkan demi kepentingan ekonomi, ketegasan yang ditunjukkan oleh Dedi menjadi inspirasi dan peringatan bahwa hukum tetap harus ditegakkan, apapun latar belakang pelakunya.


+ There are no comments
Add yours