GFGI Salurkan Bantuan Pupuk Anti Hama untuk Petani Tasikmalaya, Dukung Swasembada Pangan Nasional

 

Kab. Tasikmalaya, Swara Jabar – Sebagai upaya mendukung program Swasembada Pangan Nasional yang dicanangkan oleh pemerintah, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gibran Fans Garuda Indonesia (GFGI) menyalurkan bantuan pupuk formula pembasmi hama kepada para petani melalui Pengurus DPD GFGI Kabupaten Tasikmalaya. Penyaluran ini dilakukan di Kantor Sekretariat GFGI di Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jum’at (1/8)

 

Perwakilan DPP GFGI, Iwan Herdianto, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan respon langsung atas keluhan masyarakat Jawa Barat, khususnya dari para petani di Kabupaten Tasikmalaya, yang selama ini mengalami kerugian akibat serangan hama tanaman pangan seperti padi, serta tanaman hortikultura seperti cabai dan tomat.

 

“Keluhan masyarakat itu nyata. Hasil panen mereka menurun drastis. Dari keterangan para petani, satu hektar lahan hanya mampu menghasilkan sekitar 50 kilogram gabah karena hama,” ungkap Iwan kepada awak media.

 

Ia menambahkan bahwa pihaknya ingin ikut serta dalam berkontribusi menyukseskan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional. Untuk itu, GFGI melakukan uji efektivitas pupuk dan formula pembasmi hama berbasis organik di beberapa wilayah terdampak, dengan memprioritaskan lokasi yang mengalami serangan hama paling ekstrem.

 

“Wilayah Kadipaten dan Pagerageung menjadi lokasi awal uji coba, karena memiliki kondisi lahan yang sangat terdampak. Di sana serangan hama seperti tikus dan jenis lainnya sangat mengganggu produktivitas,” lanjut Iwan.

 

GFGI memilih Kabupaten Tasikmalaya sebagai wilayah pertama uji coba di Provinsi Jawa Barat. Formula yang digunakan telah lebih dahulu diuji di berbagai wilayah Nusantara dan dinilai efektif dalam meningkatkan hasil pertanian serta memperbaiki kondisi tanah secara alami.

 

Di tempat yang sama, Ketua DPD GFGI Kabupaten Tasikmalaya, Zaenal Zoel Arifin, yang didampingi Bendahara Umum H. Nanang Nazi, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari laporan dan aspirasi para petani, terutama yang mengalamiu gagal panen akibat serangan hama burung, tikus, dan sejenisnya.

 

“Menyikapi keluhan itu, kami mendatangkan tim ahli dari PT Herbal Nusantara Hayati melalui DPP GFGI untuk langsung turun ke lapangan, khususnya di daerah Kecamatan Pagerageung, Kadipaten, Ciawi, dan Jamanis yang masuk dalam Dapil 3,” jelas Zaenal.

 

Ia menekankan bahwa program ini diharapkan mampu memberikan solusi bagi petani agar bisa panen dengan hasil maksimal dan hidup lebih sejahtera. Menurutnya, kehadiran DPP GFGI menjadi angin segar bagi pertanian di Tasikmalaya.

 

“Semoga eksekusi program ini dapat membawa kemajuan, kemakmuran, dan panen raya bagi para petani di Tasikmalaya. Kami sangat senang dan antusias menyambut kerja nyata dari DPP GFGI,” pungkasnya.

 

Bagikan berita/artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *