Hari Bhakti Adhyaksa 2025: Momentum Penegakan Hukum Bermartabat, Kejari Karawang Diapresiasi Atas Ungkap Kasus Tipikor Besar

3 min read

Karawang – 22 Juli 2025

Memperingati Hari Bhakti Adhyaksa ke-65 yang jatuh setiap tanggal 22 Juli, semangat penegakan hukum yang bersih dan bermartabat kembali digaungkan oleh seluruh jajaran Kejaksaan Republik Indonesia. Tak terkecuali Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang yang dalam beberapa tahun terakhir terus menunjukkan komitmen kuat dalam memberantas tindak pidana korupsi di wilayah hukumnya.

H Arif Dianto,.S.H,.

Ketua Umum Nasional Human Resource Institute (NHRI), Arif Dianto, S.H., menilai bahwa Hari Bhakti Adhyaksa tahun ini bukan hanya sebagai peringatan seremonial, tetapi menjadi momen refleksi dan apresiasi terhadap lembaga kejaksaan yang telah menegakkan keadilan tanpa pandang bulu.

> “Kami melihat Kejaksaan Negeri Karawang di bawah kepemimpinan H. Syaifullah, S.H., M.H. tampil sangat progresif dan profesional. Beberapa kasus besar berhasil diungkap, termasuk dugaan korupsi di Dinas Perhubungan Karawang dan penyimpangan anggaran di BUMD Petrogas. Ini bukti nyata keberanian dan ketegasan kejaksaan dalam menjaga uang rakyat,” ujar Arif kepada wartawan, Selasa (22/7/2025).

Tegaknya Hukum, Harapan Rakyat

Sebagaimana diketahui, Hari Bhakti Adhyaksa merupakan tonggak sejarah berdirinya Kejaksaan RI sebagai lembaga penegak hukum independen sejak 22 Juli 1960. Nama Adhyaksa sendiri berasal dari istilah dalam bahasa Sanskerta yang berarti pelindung hukum dan keadilan yang sudah dikenal sejak zaman Majapahit.

Tahun ini, Kejaksaan RI memasuki usia ke-65 dengan tema besar yang menggugah: “Penegakan Hukum Humanis, Responsif dan Berintegritas”. Tema ini mencerminkan tantangan hukum di era modern yang semakin kompleks, serta pentingnya pendekatan yang tegas namun tetap berlandaskan nilai-nilai keadilan sosial dan kemanusiaan.

> “Kami mengajak masyarakat untuk mendukung langkah-langkah berani kejaksaan dalam menindak mafia anggaran dan praktik korupsi, khususnya di daerah. Kepala Kejari Karawang telah membuktikan bahwa hukum tidak bisa dibeli. Ini adalah semangat Adhyaksa sejati,” tegas Arif yang kini aktif juga sebagai Wakil Ketua Bidang Pembangunan SDM dan Vokasi KADIN Karawang.

Ungkap Kasus Strategis

Kinerja Kejari Karawang di bawah kepemimpinan H. Syaifullah, S.H., M.H. tercatat mencolok dalam dua kasus strategis:

Pengungkapan dugaan tindak pidana korupsi di Dinas Perhubungan Karawang terkait proyek infrastruktur yang merugikan keuangan daerah.

Pemeriksaan dan penindakan terhadap BUMD Petrogas Karawang yang selama ini disinyalir tidak transparan dalam pengelolaan keuangan dan investasi publik.

Dua kasus tersebut bukan hanya menyita perhatian publik, tetapi juga memperkuat posisi Kejari Karawang sebagai institusi yang tidak ragu menghadapi tekanan politik maupun ekonomi.

> “Inilah bukti bahwa masih ada penegak hukum yang bisa dipercaya rakyat. Hari Bhakti Adhyaksa ini mestinya jadi inspirasi bagi penegak hukum lainnya untuk tidak ragu menegakkan keadilan,” tambah Arif.

Dukungan Masyarakat dan Kolaborasi

NHRI sebagai lembaga independen yang fokus pada tata kelola sumber daya manusia dan reformasi birokrasi menyatakan siap mendukung kolaborasi dengan Kejaksaan dalam edukasi hukum di masyarakat, khususnya dalam mencegah praktik-praktik maladministrasi dan korupsi di sektor pelayanan publik.

Penutup

Hari Bhakti Adhyaksa ke-65 adalah lebih dari sekadar seremoni. Ia adalah panggilan moral bagi seluruh elemen bangsa untuk menjunjung tinggi keadilan dan integritas. Di Karawang, spirit itu kini hidup dalam langkah nyata Kejari Karawang yang terus mengungkap kasus-kasus besar, demi menjaga marwah hukum dan melindungi kepentingan publik.

> “Selamat Hari Bhakti Adhyaksa. Jayalah Adhyaksa, demi Indonesia yang bersih dan berkeadilan.” – Arif Dianto, S.H.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours