Dramaga Bogor, SWARA JABAR – Program pemerintah pusat yang selanjutnya dilakukan juga oleh pemerintah kabupaten hingga ke tingkat terkecil yaitu pemerintah desa dalam tugasnya untuk mensejahterakan rakyat miskin, nampak masih jauh dari harapan. Hal ini karena kurang tepatnya penerima bantuan, sehingga bantuan yang dikucurkan justru tidak menyentuh rakyat miskin yang benar-benar membutuhkan.
Salah satu warga miskin di Kabupaten Bogor tersebut bernama Edi Kurniawan alias Acil (43), warga Kp. Carangpulang RT 02 RW 06 Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor yang sehari-harinya bekerja sebagai juru parkir. Edi Kurniawan bersama istri dan 2 orang anaknya selama bertahun tahun tinggal dirumahnya yang kondisinya rusak parah.
Saat tim media Swara Jabar yang didampingi Yessy Priatna Ketua RW setempat melihat langsung kondisi rumahnya Edi Kurniawan, nampak miris. Letak rumahnya yang berada dibelakang rumah tetangganya itu ternyata tidak memiliki akses jalan. Namun karena kebaikan hati tetangganya pemilik rumah, Edi pun diberikan akses jalan melalui samping rumahnya.
Kerusakan terlihat dihampir seluruh ruangan mulai pintu rumah bagian depan, dinding tembok sekitar, sebagian genteng baik ruang depan maupun belakang rumah sudah jebol, daun jendela dan pintu pun juga kusen kusennya telah lapuk dimakan usia. Tentunya yang dikhawatirkan adalah ketika pemilik rumah dan keluarganya sedang berada didalam rumah tiba tiba ada material yang ambruk dan melukai misalnya genteng yang jatuh atau yang lainnya.

Terutama pintu yang tidak bisa ditutup dan bagian langit langit ruangan dirumah yang kini dipergunakan sebagai tempat tinggal sudah ada yang berlubang besar, kala hujan air masuk kedalam ruangan.
Pemilik rumah Edi Kurniawan yang didampingi Yessy Priatna, Ketua RW 06 Kp. Carangpulang pulang RT 02 RW 06 Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor ini mengungkapkan bahwa rumahnya yang rusak ini sudah bertahun tahun, untuk tinggal didalam rumah ia dan keluarganya terpaksa mencari ruangan yang aman.
”Kerusakan rumah saya ini sudah berlangsung cukup lama dan kami sudah mengajukan permohonan kepihak pemerintah desa yaitu pada tahun 2017, dan di survei tahun 2018. Namun hingga kini belum ada tindak lanjutnya. Ia berharap kepada pemerintah desa agar dapat membantu atau memberikan bantuan, mencarikan solusi untuk perbaikan, tetapi hingga sekarang belum juga terealisasi,” ungkap pria yang biasa disapa Acil ini.
Lanjut Acil, padahal survey sudah dilakukan hingga foto foto yang dilakukan dan dilaksanakan oleh pihak desa, tetapi ternyata hingga sekarang tidak ada satupun bantuan tersebut menjadi kenyataan dan terealisasi.
“Saya khawatir dengan keadaan istri yang sudah bertahun tahun menderita sakit, sehingga kondisi rumah yang kerap bocor, dingin lembab semakin menambah kondisi sakitnya. Juga yang saya khawatirkan adalah ketika kami sedang berada didalam rumah, tiba tiba ada material yang ambruk dan melukai. Makanya kami mohon kepada pemerintah desa atau pemerintah untuk dapat membantu kami, seperti program rutilahu atau apa saja, yang penting rumah kami bisa diperbaiki, agar kami tinggal dirumah aman dan nyaman,” tutupnya.
Sementara itu Ketua RW 06 Yessy Priatna yang turut mendampingi Edi Kurniawan menjelaskan, bahwa Ia sengaja mengunjungi rumah salah satu warganya ini adalah untuk memastikan kondisi fisik bangunan rumah dan penghuninya yang telah bertahun-tahun tinggal di rumah yang kondisinya rusak.
“Ini sangat memprihatinkan dan miris sekali dengan kondisi rumahnya Bapak Acil salah satu warga kami. Saya melihat sendiri ini banyak bagian bangunan yang sudah rusak disana sini, yang tentunya sangat mengkhawatirkan jika terjadi kecelakaan akibat reruntuhan bangunan,” ujarnya.
Yessy yang akrab dipanggil Kang Bray pun berharap agar pemerintah desa Cikarawang atau pemerintah kabupaten agar dapat memberikan perhatiannya dan peduli dengan warga kami ini yang jelas terlihat bahwa bangunan rumah tersebut rusak parah dan lama dibiarkan, apalagi sudah diajukan dan disurvey sejak 2018 lalu, namun hingga sekarang belum ada realisasinya.(Red)


+ There are no comments
Add yours