KARAWANG – Swarajabar.id
Isu dugaan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Karawang dari praktik parkir liar di Jalan Tuparev terus menuai reaksi. Kali ini, giliran Didu, salah satu tokoh dari Organisasi Kemasyarakatan Gerakan Militansi Pejuang Indonesia (GMPI), angkat bicara.
Menanggapi tudingan adanya “mafia PAD” dan praktik liar yang merugikan Pemda Karawang, Didu menilai pernyataan tersebut seolah-olah baru muncul ketika persoalan ini sudah menjadi perbincangan publik. Ia menyayangkan sikap pihak-pihak yang selama ini diam, namun kini bersuara lantang.
“Kenapa baru ngoceh sekarang? Kemarin-kemarin ke mana saja? Ini kan persoalan lama yang seharusnya bisa ditangani sejak awal kalau memang niat membela rakyat,” ujar Didu kepada Swarajabar.id, Selasa (13/5/2025).
Menurutnya, informasi tentang pengelolaan parkir di Karawang bukanlah sesuatu yang sulit untuk diakses. Siapa pun yang serius ingin tahu seharusnya bisa menelusurinya melalui jalur resmi.
“Untuk tahu siapa pengelola parkir itu gampang. Tinggal cek ke Dinas Perhubungan atau Bapenda. Kenapa harus heboh di media dulu seolah baru sadar ada masalah besar?” tegasnya.
Didu mengingatkan semua pihak agar tidak asal melempar opini yang menyesatkan publik, apalagi jika hanya untuk mencari panggung atau kepentingan politik tertentu.
“Kalau memang niatnya ingin perbaikan, mari duduk bersama dan dorong solusi. Jangan malah menebar opini liar yang bisa merusak citra pemerintah daerah dan bikin gaduh masyarakat,” pungkasnya.

