Bekasi — Kapolres Metro Bekasi, KBP Mustofa, S.I.K., M.H, meninjau perkembangan program ketahanan pangan Polda Metro Jaya di lahan jagung seluas 25 hektare di Desa Sukamahi, Cikarang Pusat, Kamis pagi, 27 November 2025. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan progres penanaman yang kini memasuki fase pertumbuhan signifikan.
Rombongan jajaran Polsek Cikarang Pusat ikut mendampingi, dipimpin Kapolsek AKP Elia Umboh, S.H., M.H, bersama jajaran pejabat utama Polres Metro Bekasi dan perwakilan manajemen Deltamas sebagai mitra lokasi.
—
Pertumbuhan Jagung Berjalan Stabil
Program ketahanan pangan ini terbagi dalam dua tahap penanaman. Tahap pertama mencakup 14 hektare lahan yang telah memasuki usia 68 hari. Hampir seluruh tanaman di blok A, B, C, dan E menunjukkan kemajuan seragam: 90 persen telah berbunga dan mengeluarkan putren, sebagian bahkan memiliki dua tongkol dalam satu batang.
Sementara tahap kedua seluas 11 hektare—blok F, G, dan H—baru berusia 25 hari, namun dinilai tumbuh baik.
Penanaman dimulai dari pengolahan tanah pada 15 September 2025, lalu lanjut penebaran benih secara bertahap dari 18 September hingga 20 Oktober 2025. Total terdapat delapan blok pertanaman yang dikelola.
—
Mengandalkan Petani Lokal dan Metode Tradisional–Modern
Sebanyak 30 petani lokal Kampung Tembonggunung terlibat aktif menggarap lahan ini. Mereka sebelumnya sudah terbiasa menanam padi, cabai, dan hortikultura lain.
Program ini memakai benih jagung hibrida Pendekar Sakti yang dipasok oleh Kementerian Pertanian. Penyiraman dilakukan dengan metode air tadah hujan, ditopang empat kolam embung buatan dan mesin alkon. Pemupukan menggunakan kombinasi pupuk kandang, pestisida, ZTP, NPK 15-15, urea, hingga PAC Nitrogen dari Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi.
“Perawatan dilakukan setiap hari oleh para petani, mulai dari pendangiran, perbaikan saluran, hingga penyemprotan pupuk,” ujar salah satu petugas teknis lapangan.
—
Proyeksi Panen Awal 2026
Dengan usia tanam rata-rata 120 hari, panen diperkirakan berlangsung mulai pertengahan Januari hingga akhir Februari 2026. Namun pada kondisi cuaca panas, usia tanam 100 hari sudah memungkinkan untuk panen lebih cepat.
Pada pengecekan Kamis ini, progres utama adalah pemupukan tahap pertama di blok F, G, dan H, serta pendangiran dan perbaikan saluran air.
Kapolres Mustofa menegaskan bahwa pengecekan rutin ini penting untuk memastikan ketahanan pangan berbasis wilayah dapat berjalan optimal. “Kami mengawal penuh program ini sebagai bentuk dukungan terhadap stabilitas pangan masyarakat,” ujarnya.


+ There are no comments
Add yours