Bogor, SwaraJabar.id – Sedikitnya 3000 orang Pengawas Pemilu dari 27 Kota dan Kabupaten di Jawa Barat berkumpul di lapangan VIP Stadion Pakansari Cibinong Kabupaten Bogor, Jumat (22/11/2024). Para petugas yakni Komisioner, Sekretariat, Pengawas Pemilu Kelurahan, Desa berkumpul untuk mendapatkan arahan dari Forkopimda Provinsi Jawa Barat.
Jawa Barat berada di posisi ke 5 memiliki tingkat kerawnan Pemilu baik pada kontestasi dan penyelenggaraan. Sementara 3 daerah di dalamnya yakni Kabupaten Karawang, Purwakarta dan Kota Depok menerima jumlah pelaporan pelanggaran pilkada yang cukup serius.
Bawaslu Jawa Barat merilis ada 70 pelanggaran Pemilu Pilkada dan 27 kasusnya adalah netralitas ASN dan APH.
” Menjaga Netralitas ASN, TNI, Polri secara penuh memberikan sesuai dengan aturan melakukan antisipasi masyarkat potensi kerawanan, serta berpartisipasi aktif menjaga suasana damai, menghindari hoak apalagi merusak image serta pengawasan kolaboratif,” ucap Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin saat memimpin apel Pengawasan Pemilu, Jumat (22/11/2024).
Bawaslu Kabupaten Bogor juga menerima banyak aduan pelanggaran Pilkada yang di laporkan anggotanya di lapangan. Kordiv Pencegahan , Humas dan Parmas Bawaslu Kabupaten Bogor Burhanudin.
“Semua aduan sudah di telusuri dan di tangani, ada beberapa aduan yang di arahkan pada 2 paslon yang berkompetisi belum terpenuhi aspek hukum untuk di tingkatkan statusnya dan selesai di tingkat Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Bawaslu setempat,” tambahnya.
Pasca Apel Siaga Bawaslu Jabar dan Kampanye terakhir Bawaslu bersama KPU akan melakukan penertiban Alat Peraga Kampanye memasuki masa tenang ini.
Salah satunya adalah peningkatan pengawasan jelang masa pemilihan yang memiliki tensi kerawanan yang cukup tinggi berkaitan dengan pengakomodiran massa dan politik uang jelang pencoblosan.(Source/foto: KBRN)


+ There are no comments
Add yours