Wakil Ketua Komisi IX DPR RI drg,.Hj,.Putih Sari Tetap Hadir di Tengah Masyarakat Lewat Daring, Dorong Penguatan Program Bangga Kencana

3 min read

Bekasi – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN) bersama Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, drg. Hj. Putih Sari, M.M., menggelar kegiatan Sosialisasi Fasilitasi Teknis Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja di Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (9/10/2025).

Acara ini menjadi wadah penting dalam menyosialisasikan program nasional Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) yang berfokus pada pencegahan stunting, edukasi keluarga, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Meski memiliki jadwal tugas kenegaraan yang padat, drg. Hj. Putih Sari tetap menyempatkan diri hadir secara daring (dalam jaringan) untuk bertegur sapa dan memberikan semangat kepada masyarakat Kabupaten Bekasi.

Kehadiran beliau secara virtual disambut antusias oleh para peserta yang terdiri dari perangkat desa, kader posyandu, tokoh masyarakat, dan para remaja. Momen tersebut menjadi bukti bahwa drg. Hj. Putih Sari adalah sosok wakil rakyat yang tidak pernah jauh dari masyarakat, bahkan di tengah padatnya aktivitas legislatif di Senayan.

Kepedulian Nyata di Tengah Kesibukan

Meski hanya hadir secara daring, perhatian dan kepedulian drg. Hj. Putih Sari tetap terasa kuat. Beliau selalu menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat yang ingin ikut memastikan bahwa program-program pemerintah benar-benar sampai dan bermanfaat di tingkat desa.

Konsistensinya untuk terus hadir, mendengar, dan berbagi solusi merupakan wujud nyata komitmen seorang wakil rakyat yang memahami kebutuhan dasar masyarakat — khususnya dalam hal kesehatan, keluarga, dan kesejahteraan sosial.

Melalui berbagai agenda kemitraan dengan BKKBN, drg. Hj. Putih Sari turut mendorong sinergi antara kebijakan nasional dan pelaksanaan di lapangan, sehingga masyarakat dapat merasakan secara langsung manfaat program seperti pencegahan stunting, edukasi pra-nikah, dan penguatan peran keluarga.

BKKBN Tekankan Pentingnya Seribu Hari Pertama Kehidupan

Dalam kegiatan tersebut, Lisna Prihatini,.S.Psi,.M.Si., selaku Direktur Bina Lini Lapangan BKKBN, menjelaskan bahwa pencegahan stunting dimulai sejak masa kehamilan hingga seribu hari pertama kehidupan anak.

> “Awal dari anak stunting adalah kegagalan gizi kronis yang terjadi pada seribu hari pertama kehidupan. Karena itu, peran orang tua sangat penting dalam memberikan gizi terbaik, mulai dari masa kehamilan hingga anak lahir,” ujar Lisna.

Ia juga menekankan pentingnya pemeriksaan calon pengantin, pendampingan ibu hamil, serta perhatian dan kasih sayang keluarga terhadap ibu selama masa kehamilan. Setelah anak lahir, pemeriksaan rutin di Posyandu dan stimulasi sensorik-motorik anak menjadi langkah penting dalam memastikan tumbuh kembang yang optimal.

> “Ketika sensorik dan motoriknya bagus, anak sudah terhindar dari risiko stunting,” tambahnya.

Edukasi Remaja dan Peran Orang Tua Asuh

Lisna juga menyampaikan bahwa edukasi pra-nikah bagi remaja merupakan bagian penting dalam mencegah stunting dan menjaga ketahanan keluarga.
BKKBN memiliki program Gerakan Orang Tua Asuh, yang mendorong orang tua agar aktif berkomunikasi, memberikan perhatian, dan memahami kebutuhan psikologis anak-anak mereka.

> “Komunikasi dalam keluarga adalah kunci. Dengan perhatian yang baik dari orang tua, anak-anak tumbuh lebih percaya diri dan terhindar dari risiko sosial,” ujarnya.

Sinergi DPR RI dan BKKBN Wujudkan Keluarga Sehat dan Mandiri

Melalui dukungan dan kemitraan dengan Komisi IX DPR RI, BKKBN terus memperkuat jangkauan program hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Dalam hal ini, peran drg. Hj. Putih Sari sangat penting sebagai jembatan antara aspirasi masyarakat dan arah kebijakan pemerintah pusat.

Beliau secara konsisten mendorong pelaksanaan program-program yang berdampak langsung terhadap kesehatan ibu dan anak, pemberdayaan keluarga, serta penguatan peran perempuan dalam pembangunan.

Harapan Menuju Indonesia Emas 2045

Di akhir kegiatan, Lisna Pratiwi berharap agar seluruh masyarakat semakin sadar akan pentingnya peran keluarga dalam menciptakan generasi unggul.

> “Semoga dengan adanya program-program ini, para orang tua lebih memperhatikan anak-anaknya, para remaja lebih teredukasi, dan para lansia lebih diperhatikan. Semua ini untuk menciptakan masyarakat yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours