Kota Bandung — Di tengah sorotan tajam terhadap organisasi masyarakat (ORMAS) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang selama ini kerap dicap negatif, muncul sebuah gebrakan segar yang mampu mengubah stigma tersebut secara perlahan namun pasti. Program “Kampoeng Bersih” yang digagas oleh Gunawan, atau yang akrab disapa Mbah Goen, Ketua Umum DPP LSM SNIPER (Solidaritas Tranparansi Intelektual Pemerhati Indonesia) , kini mendapat apresiasi luas dari berbagai elemen masyarakat, termasuk pejabat publik, tokoh masyarakat, hingga kalangan akademisi.

Program yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, penataan lingkungan, serta edukasi kebersihan ini dinilai mampu menghadirkan peran nyata dari LSM dalam pembangunan sosial yang positif dan konstruktif. Tak hanya sekadar wacana, aksi nyata di lapangan menjadikan Program Kampoeng Bersih sebagai bukti bahwa LSM bukan hanya bisa hadir sebagai pengawas, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat.

Salah satu pengamat kebijakan publik Jawa Barat, Harry Kurniawan, S.H., lulusan terbaik Fakultas Hukum Universitas Islam Bandung, secara tegas menyatakan bahwa apa yang dilakukan Mbah Goen dan jajarannya merupakan simbol kebangkitan peran LSM/ORMAS yang produktif dan solutif.
“Di tengah maraknya anggapan bahwa LSM hanya bisa menciptakan kegaduhan dan menghambat investasi, justru Program Kampoeng Bersih ini menjadi oase perubahan. Ini adalah contoh nyata bahwa LSM juga mampu menarik investasi lewat lingkungan yang bersih, asri, dan tertib. Lingkungan yang nyaman tentu jadi magnet bagi pelaku usaha,” ujar Harry Kurniawan.

Ia juga menambahkan bahwa figur Mbah Goen merupakan “Agen of Change” yang berhasil menembus sekat stigma, sekaligus menjadi contoh bagaimana LSM bisa menjadi pendorong perubahan sosial yang elegan dan berkelas. “Apa yang beliau lakukan bukan hanya sekadar proyek sosial, melainkan gerakan moral untuk mengubah pola pikir publik terhadap eksistensi LSM,” tegasnya.
Dukungan terhadap program ini pun datang dari berbagai pihak, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Bekasi, serta tokoh-tokoh masyarakat lokal. Mereka menilai, kehadiran LSM SNIPER melalui program ini menunjukkan adanya evolusi peran LSM yang kini semakin humanis, komunikatif, dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga.

Ke depan, Program Kampoeng Bersih direncanakan akan direplikasi di sejumlah daerah lain di Jawa Barat dan luar provinsi. Mbah Goen sendiri menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pencitraan, tapi adalah bentuk pengabdian nyata terhadap bangsa dan negara.
> “Kami ingin mengembalikan marwah LSM sebagai wadah perjuangan rakyat. Kami hadir bukan untuk menekan, tapi untuk berkontribusi. Kampoeng Bersih adalah langkah awal untuk membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari hal kecil, tapi dengan niat dan tindakan besar,” pungkas Mbah Goen.
Dengan keberhasilan ini, LSM SNIPER di bawah komando Mbah Goen telah membuka lembaran baru bagi dunia pergerakan sipil di Indonesia—bahwa LSM juga bisa dicintai, dihormati, dan dipercaya.


+ There are no comments
Add yours