Mulai Bulan Mei Anak Nakal di Kota Depok Akan Mengikuti Pendidikan dengan Disiplin Militer

2 min read

Depok, Swarajabar.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengeluarkan pernyataan tegas dan mencuri perhatian publik. Dalam unggahan di akun media sosial resminya, Dedi menegaskan bahwa mulai bulan Mei 2025, pemerintah provinsi akan bekerja sama dengan TNI untuk menjemput langsung anak-anak yang terlibat dalam tindakan kenakalan remaja, seperti mabuk-mabukan, penggunaan narkoba, dan tawuran.

Kang Dedi Mulyadi ( KDM ) sapaan akrab Gubernur Jawa barat ini menegaskan “Mulai bulan Mei akan diberlakukan penjemputan oleh TNI ke rumah bagi anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah,” kata KDM, Senin (29/4).

Anak-anak yang terjaring razia akan langsung dibawa dan dikarantina di lembaga pendidikan dengan disiplin militer. Program ini, menurut Dedi, bertujuan menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, nasionalisme, serta membentuk karakter yang lebih baik demi masa depan anak-anak bangsa.

Hal ini pernah di sampaikan juga saat peringatan HUT Kota Depok ke-26 di halaman Balaikota,pada jumat malam (26/04/2025 ) “Anak yang nakal, tidak mau sekolah suka balapan motor sama orang tuanya melawan, serahin ke pemerintah Kota Depok untuk di bina di Komplek Militer dan Komplek Polisi, tegas KDM di hadapan ribuan warga Depok.

Kang Dedi Mulyadi bersama Walikota Depok Supian Suri akan menyiapkan anggaran pembinaan selama enam bulan sampai setahun, biar di bina oleh TNI dan Polri, nanti kalau sudah baik baru di kembalikan ke orangtuanya, tegasnya.

“Ini bukan untuk menghukum, tapi untuk menyelamatkan. Negara harus hadir saat generasi mudanya kehilangan arah. Militerisasi pendidikan ini adalah bentuk kasih sayang dengan pendekatan keras namun penuh kepedulian,” ujarnya.

Langkah berani ini mendapat dukungan dari sejumlah tokoh masyarakat dan pemerhati pendidikan. Psikolog anak, Dr. Sari Hartati, menyebut bahwa pola pendidikan semi-militer bisa menjadi solusi alternatif untuk anak-anak dengan perilaku menyimpang, asalkan tetap memperhatikan pendekatan psikologis dan kemanusiaan.

Sementara itu, Pangdam III/Siliwangi dikabarkan telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jabar untuk mempersiapkan fasilitas dan tenaga pelatih di lokasi karantina militer yang akan menampung para remaja tersebut.

Program ini juga menjadi peringatan bagi para orang tua dan sekolah agar lebih aktif mengawasi serta mendidik anak-anak mereka agar tidak terjerumus ke dalam pergaulan bebas dan kekerasan jalanan.

“Kita tidak bisa biarkan anak-anak kita tumbuh tanpa arah. Sudah cukup tawuran, narkoba, dan mabuk-mabukan merusak masa depan mereka,” pungkas KDM.(Bro)

Bagikan berita/artikel ini

Baca juga artikel menarik lainnya

More From Author