Cirebon, Swara Jabar – Alvian, Ketua XTC Kota Cirebon, menyatakan rasa tersakiti dan terpanggil untuk bertindak menyusul dugaan pelecehan terhadap suku Sunda yang dilakukan oleh seorang oknum karyawan Bank Bukopin. Dalam pernyataannya, Alvian menegaskan bahwa suku Sunda merupakan suku yang bermartabat dan marwahnya harus dijaga dengan sungguh-sungguh.
“Suku Sunda adalah suku yang memiliki nilai-nilai luhur dan sejarah panjang dalam membangun peradaban. Kami tidak bisa menerima jika ada pihak yang seenaknya melecehkan atau merendahkan identitas kami,” ujar Alvian dengan penuh semangat.
Ia menambahkan bahwa dirinya merasa terpanggil untuk bergerak menyikapi insiden ini. “Dengan adanya dugaan pelecehan terhadap suku Sunda, kami XTC Kota Cirebon tidak akan tinggal diam. Suku Sunda adalah entitas terbesar kedua di Indonesia, dan kami tidak akan membiarkan martabatnya diinjak-injak,” tegasnya.
Alvian juga mendesak pihak Bank Bukopin untuk segera memberikan klarifikasi resmi dan mengambil langkah tegas terhadap oknum yang terlibat. “Ini bukan hanya persoalan individu, melainkan menyangkut harga diri seluruh masyarakat Sunda. Kami meminta agar pihak bank segera meminta maaf dan memberikan sanksi yang sesuai,” tambahnya.
Dukungan Alvian ini semakin menguatkan gerakan masyarakat Sunda yang telah lebih dulu disuarakan oleh Paguyuban Sundawani Karawang, politisi Partai Gerindra Dedi Iskandar, serta LSM HARIMAU DPC Bogor. Sebelumnya, H. Ranzes Iman Sudirman, Ketua Paguyuban Sundawani Karawang, juga telah menyatakan kesiapannya untuk mengerahkan massa jika tidak ada permintaan maaf dari pihak bank.
Kasus ini telah memicu reaksi luas dari berbagai kalangan, terutama masyarakat Sunda di Jawa Barat. Beberapa organisasi masyarakat Sunda di Cirebon dan sekitarnya juga mulai menggalang dukungan untuk melakukan aksi protes jika tidak ada tindakan lanjutan dari pihak bank. “Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang. Suku Sunda harus dihormati dan tidak boleh dijadikan bahan pelecehan,” ujar salah satu aktivis di Cirebon.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Bank Bukopin belum memberikan tanggapan resmi terkait kasus ini. Namun, sumber internal menyatakan bahwa bank sedang melakukan investigasi internal untuk memverifikasi kebenaran dugaan tersebut. “Kami akan memberikan klarifikasi secepatnya setelah proses investigasi selesai,” ujar sumber tersebut.
Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Sosial juga turut memantau perkembangan kasus ini. Kepala Dinas Sosial Cirebon, Drs. H. Ahmad Syarifudin, M.Si., menyatakan bahwa pihaknya siap memfasilitasi dialog antara masyarakat Sunda dan Bank Bukopin untuk mencegah eskalasi konflik. “Kami berharap semua pihak dapat menyelesaikan masalah ini dengan kepala dingin dan melalui jalur hukum yang berlaku,” ujarnya.
Tokoh masyarakat Cirebon, H. Maman Suherman, mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi dan menunggu proses hukum berjalan. “Kami percaya bahwa aparat penegak hukum akan bertindak adil. Mari kita jaga kondusivitas di Cirebon,” pesannya.
Kasus dugaan pelecehan terhadap suku Sunda ini diharapkan dapat diselesaikan dengan bijak dan memberikan pembelajaran bagi semua pihak untuk lebih menghargai keberagaman budaya di Indonesia. Dukungan dari berbagai kalangan, termasuk XTC Kota Cirebon, menunjukkan betapa seriusnya masalah ini dan pentingnya menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat.


+ There are no comments
Add yours