KABUPATEN BEKASI – Dalam momentum peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, Wakil Ketua Umum DPP CIB (Cakrabuana Indonesia Bersatu), Endang Sutrisna, menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya dipahami sebagai ideologi dasar negara, tetapi juga harus diimplementasikan secara sistemik dalam seluruh aspek tata kelola kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurut Endang Sutrisna, Pancasila memiliki dimensi strategis yang mencakup aspek ideologis, sosiologis, dan operasional dalam pembangunan nasional. Oleh karena itu, pengamalan nilai-nilai Pancasila harus terintegrasi dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kebijakan publik agar benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat secara inklusif.
Ia menekankan bahwa prinsip keadilan sosial harus menjadi indikator utama dalam setiap agenda pembangunan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Dalam konteks tersebut, pendekatan pembangunan tidak boleh bersifat eksklusif, melainkan harus berbasis pada pemerataan akses layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta penguatan ekonomi kerakyatan.
Lebih lanjut, Endang Sutrisna menyoroti pentingnya penguatan ekosistem kolaboratif antara pemerintah, masyarakat sipil, organisasi kemasyarakatan, akademisi, dan sektor swasta. Menurutnya, implementasi nilai gotong royong dalam konteks modern harus diwujudkan dalam bentuk sinergi kebijakan, integrasi program, serta kolaborasi lintas sektor yang terukur dan berkelanjutan.
“Pancasila harus menjadi framework kebijakan publik yang operasional, bukan sekadar simbolik. Nilai-nilainya perlu diterjemahkan ke dalam indikator kinerja pembangunan yang berorientasi pada pemerataan dan keberlanjutan,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya literasi digital dan ketahanan informasi di tengah percepatan transformasi teknologi. Endang mengingatkan bahwa masyarakat perlu memiliki kemampuan verifikasi informasi untuk meminimalisir dampak disinformasi dan hoaks yang dapat mengganggu stabilitas sosial serta kohesi kebangsaan.
Ia menilai, penguatan literasi digital merupakan bagian dari implementasi nilai Pancasila dalam konteks modern, khususnya dalam menjaga ruang publik yang sehat, produktif, dan beretika.
Di akhir pernyataannya, Endang Sutrisna menyampaikan ucapan selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026. Ia berharap momentum ini menjadi penguat komitmen kolektif seluruh elemen bangsa dalam membangun Indonesia yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berdaya saing.
“Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026. Mari kita jadikan Pancasila sebagai living ideology yang terimplementasi secara nyata dalam sistem pembangunan nasional, guna mewujudkan Indonesia yang inklusif, berkeadilan sosial, dan berkelanjutan,” pungkasnya.


+ There are no comments
Add yours